Perbuatannya Sadis, Pembunuh Yap Shung Hok Dihukum 17 Tahun Penjara

738
Pesona Indonesia
Terdakwa pembunuhan Yap Shung Hok  usai menjalani sidang putusan di pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (19/9). foto:ist
Terdakwa pembunuhan Yap Shung Hok usai menjalani sidang putusan di pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (19/9). foto:ist

batampos.co.id – Jafaruddin (51) dan Miswandi (49), dua terdakwa pembunuhan terhadap Yap Shung Hok yang mayatnya ditemukan di jembatan tiga Lintas Barat, Kabupaten Bintan, Januari silam, divonis berbeda oleh majelis hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (19/9).

Jalannya sidang tersebut dipimpin majelis hakim yang diketuai Acep Sopian didampingi dua hakim anggota Santonius Tambunan dan Jhonson Sirait. Sidang sendiri dilakukan secara terpisah dan dalam ruangan yang sama.

Dalam sidang tersebut, terdakwa Jafaruddin yang merupakan mantan ketua RW di Sei Ladi, Senggarang, dijatuhi vonis paling pertama. Dalam amar putusannya, majelis hakim menjatuhkan vonis penjara selama 17 tahun. Ia terbukti melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dalam dakwaan pertama pasal 340 KUHP.

“Sebelum menjatuhkan vonis kami majelis hakim juga mempertimbangkan hal yang memberatkan dan meringankan. Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa sangat sadis dan menyebabkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban. Hal meringankan terdakwa belum pernah dihukum dan merupakan tulang punggung keluarga,” ujar hakim.

Vonis kedua dibacakan majelis hakim untuk terdakwa Miswandi. Ia terbukti bersalah turut serta membantu perbuatan terdakwa Jafaruddin yang melakukan pembunuhan berencana sebagaimana dalam pasal 340 junto pasal 56 ke 2 KUHP. Untuk itu majelis hakim menjatuhi hukuman 12 tahun penjara.

Terhadap vonis yang dibacakan majelis hakim tersebut, kedua terdakwa yang didampingi Penasehat Hukumnya (PH) Saharuddin Satar dan rekannya, menyatakan pikir-pikir. Senada dengan PH terdakwa, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dani K Daulay yang sebelumnya menuntut terdakwa Jafarudin selama 20 tahun penjara dan 15 tahun untuk terdakwa Miswandi juga menyatakan pikir-pikir.

Seperti diketahui, kasus pembunuhan ini berawal dari adanya cekcok antar korban Yap Shung Hok dan pelaku pembunuhan Japarudin yang saat itu menjabat sebagai Ketua RW 03 di Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjungpinang Kota, terkait masalah surat tanah milik korban yang diurus oleh pelaku yang sudah berlarut-larut, hingga Japarudin berniat menghabisi nyawa korban. (ias/bpos)

Respon Anda?

komentar