Petani Kewalahan Membeli Pupuk dan Atasi Hama Tikus

488
Pesona Indonesia
Ilustrasi pekanbarumx/jpg
Ilustrasi pekanbarumx/jpg

batampos.co.id – Kecamatan Bunguran Tengah merupakan salah satu daerah penghasil padi di Natuna. Namun petani setempat setiap tahun selalu dihadapkan pada masalah pupuk.

Pasalnya hingga saat ini petani, tidak mendapat pasokan pupuk dari pemerintah dengan harga subsidi. Sebaliknya petani terpaksa membeli pupuk harga industri. Sudah tentu harganya cukup tinggi.

Disem, 60, seorang petani yang ditemui di Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah mengaku, para petani di Kecamatan Bunguran Tengah yang terdiri dari tiga Desa rata rata petani padi sawah dan palawija terkendala tingginya harga pupuk untuk meningkatkan hasil panen.

Diakuinya, khusus tanaman padi sawah petani memerlukan lebih dari satu ton pupuk untuk maksimalkan hasil panen padi dengan berbagai jenis pupuk.

“Sekarang kami terus terang pak, harga pupuk NPK saja sekilonya Rp 13 ribu, kan sangat mahal kalau dalam jumlah banyak,” ungkap Disem yang mengaku sudah bertani sejak 10 tahun lalu di Desa Tapau.

Selain kendala pupuk diakuinya, petani padi sawah sering mengalami gagal panen karena hama yang tidak terkontrol. Terutama hama babi, monyet, hingga tikus.

“Tahun lalu kami pernah gagal panen karena hama itu, kalau pun sudah kasih racun, tetap saja hamanya menyerang tanaman yang sudah berbuah,” keluh Disem.(arn/bpos)

Respon Anda?

komentar