Soal Perekonomian Lampung, Ridho Temui Presiden dan Menkeu

1087
Pesona Indonesia
Ilustrasi. Foto; pixabay
Ilustrasi. Foto; pixabay

batampos.co.id – Pemprov Lampung tak tinggal diam melihat kondisi perekonomian provinsi ini yang tengah diempas berbagai ujian.

Bermacam upaya dilakukan. Dalam hal penanganan fiskal misalnya, pemprov langsung melakukan efisiensi anggaran. Pada pekan lalu, pemprov juga telah mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo terkait anjloknya harga singkong.

Sebagai pamungkas, Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo hari ini (20/9) dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk membahas berbagai persoalan, khususnya mengenai perekonomian Lampung.

’’Tindak lanjutnya selain yang sudah dilakukan adalah besok pagi (pagi ini, Red) kami rapat dengan Pak Presiden dan Ibu Menteri Sri Mulyani,” kata Ridho seperti diberitakan Radar Lampung (Jawa Pos Group) hari ini (20/9).

Dijelaskan, pembahasan itu akan berputar pada upaya-upaya pemecahan masalah yang saat ini melanda Provinsi Lampung. ’’Ya soal persoalan keuangan dan tentunya yang dibahas saat ini. Soal perekonomian, pembangunan infrastruktur, dan sebagainya,” ungkap dia.

Kepada presiden, Ridho mengaku akan menyampaikan persoalan impor tepung tapioka yang sangat memengaruhi harga singkong di Lampung. Menurutnya, jika masalah itu berlarut, tentu berimbas pada tingkat kemiskinan Lampung yang saat ini saja sudah berada di peringkat ketiga di Sumatera.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura, dengan total luas lahan 208.299 hektare (ha), ada sekitar 497.165 petani yang menggantungkan hidupnya dari komoditas singkong dengan hasil produksi rata-rata 26 ton per ha. ’’Jadi, kami sangat berharap Pak Presiden bisa merespons ini secara positif. Karena saya kira dampaknya tidak hanya terjadi di Lampung,” jelasnya.

Selain itu, yang akan disampaikan adalah persoalan pembangunan di Lampung. Bagaimana saat ini Lampung juga tengah dalam progres penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). ’’Salah satunya itu juga. Bayangkan saja, jika ini berjalan, akan banyak multiplier effect yang dihasilkan,” terang gubernur termuda se-Indonesia ini.

Dia juga mengaku akan meminta dukungan pemerintah pusat agar program-program nasional yang ada di Lampung tidak terhambat. Di antaranya dalam hal anggaran pembebasan lahan JTTS dan Bandara Radin Inten II Lampung Selatan.

’’Seharusnya kan semangat kerja temen-temen yang ada di Lampung bisa dibarengi dukungan anggaran yang ada di pusat. Doakan saja respons dari pemerintah pusat positif terhadap kita,” tuturnya.

Setali tiga uang dengan gubernur, Plt. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung Sutono juga tak tinggal diam. Kemarin, mantan Sekkab Lamsel ini melakukan pertemuan dengan mantan Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto.

Ketika dikonfirmasi Radar Lampung, Sutono mengaku pertemuan itu membahas beberapa persoalan. Di antaranya persoalan singkong, padi, sapi, dan energi. Dia menyatakan, dalam kondisi saat ini, jalan keluar yang dibutuhkan memang tidak bisa hanya bergantung pada satu komponen. ’’Bahasannya cukup luas ya. Mulai bagaimana persoalan singkong yang tidak hanya fokus ke tapioka. Tetapi dengan hasil lain dan penyediaan pasarnya, serta beberapa sektor lain,” paparnya.

Mantan asisten II Pemprov Lampung ini mengaku optimistis perekonomian Lampung bisa melewati berbagai ujian yang tengah melanda. Sebab, kata dia, Lampung memiliki banyak potensi yang sangat luar biasa.

Secara khusus, dia juga mengajak seluruh komponen yang ada, mulai kepala daerah di tingkat kabupaten/kota selaku stakeholder, akademisi, serta pihak swasta untuk bahu-membahu bersinergi mengurai masalah-masalah perekonomian di Lampung saat ini.

Sutono juga meminta pihak swasta tidak ragu menanamkan investasinya di Lampung. Sebab, katanya, Lampung memiliki prospek cerah di berbagai bidang seperti pariwisata dan industri. ’’Lampung banyak potensi. Kita jangan takut untuk maju dan tidak boleh patah semangat. Justru ini tantangan yang harus dihadapi,” tandasnya. (jpg)

Respon Anda?

komentar