Targetkan Swasembada, 137 Hektare Sawah di Natuna Sudah Mulai Ditanami

422
Pesona Indonesia
Tanam padi perdana, oleh Dandim Natuna dan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suparpti, anggota DPRD dan FKKPD di Desa Tapau Natuna. foto:aulia rahman/batampos
Tanam padi perdana, oleh Dandim Natuna dan Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Suparpti, anggota DPRD dan FKKPD di Desa Tapau Natuna. foto:aulia rahman/batampos

batampos.co.id – Kodim 0318 Natuna bersama pemerintah Kabupaten Natuna menargetkan swasembada beras bisa terealisasi tahun ini. Melalui program pembukaan 137 lahan sawah di Natuna, diharapkan kebutuhan beras di Natuna bisa terpenuhi.

Pembukaan sawah dilakukan dengan penanaman perdana oleh wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti dan Dandim Natuna Letkol Inf Ucu Yustiana bersama sejumlah FKPD, di Desa Tapau Kecamatan Bunguran Tengah, Senin (19/9).

Peluasan 137 hektare sawah ini merupakan program kementerian pertanian yang diserahkan kepada program teritorial Kodim Natuna bersama petani padi sawah.

Dandim 0318 Natuna, Letkol Inf Ucu Yustiana menyebutkan, dari 137 lahan sawah yang dibuka tahun ini, 88 hektar berada di Desa Batubi Jaya dan 14 hektar berada di Desa Gunung Putri Kecamatan Bunguran Batubi. Kemudian 28 hektar lahan sawah berada di Desa Tapau dan 7 hektar berada di Desa Air Lengit, Kecamatan Bunguran Tengah.

“Hari ini dilaksanakan penanaman bibit padi di seluruh Indonesia dan salah satunya di Kabupaten Natuna. Ini merupakan program Presiden Joko Widodo untuk mewujudkan swasembada pangan secara berkelanjutan,” kata Dandim.

Untuk mencapai target penanaman 137 hektar sawah, setiap minggunya, Kodim akan menyelesaikan penanaman bibit padi seluas12,5 hektar sawah. Ditargetkan akhir bulan Oktober mendatang perluasan lahan sawan dan penanaman selesai.

Dalam kegiatan ini jelas Dandim, Kodim menerjunkan seluruh prajuritnya untuk terjun langsung dalam pengolahan lahan sawah dibantu oleh petani yang tergabung dalam kelompok tani.

“Sawah yang dicetak sekarang adalah lahan masyarakat, pemerintah bantu bibit dan saprodi. Pada pengolahan ini TNI bekerjasama dengan para petani,” jelas Dandim.

Pada program ini lanjut Dandim, pihak TNI hanya sebagai pendukung dan pelaksana di lapangan. Tujuannya adalah agar program swasembada pangan bisa terwujud secara nasional, apalagi Natuna yang letak diperbatasan sangat penting diwujudkan ketahanan pangan secara lokal.

“Targetnya setiap hektar bisa menghasilkan 3 sampai 4 ton gabah. Mengingat lahan sawah masih baru. Sekarang setelah penanaman ini, Kodim dan para petani serta Dinas Pertanian akan terus memonitor agar padi ini bisa berhasil dengan panen yang melimpah, tentu targetnya tahun depan, beras di pasaran berasal dari petani lokal,” ujarnya.

Seperti diketahui kata Dandim, mengkonsumsi beras lokal langsung dari petani sangat dijamin mutunya. Dibanding beras yang dibeli dari luar daerah. Apalagi padi sawah hang dikembangkan secara alami tanpa obatan kimia. (arn/bpos)

Respon Anda?

komentar