Gedung Gonggong Segera Rampung, Bisa Digunakan untuk Berbagai Event

660
Pesona Indonesia
Gedung Gonggong di Tepi Laut Tanjungpinang. foto:fatih/batampos
Gedung Gonggong di Tepi Laut Tanjungpinang. foto:fatih/batampos

batampos.co.id – Tinggal dalam hitungan hari ke depan, pembangun fisik Gedung Gonggong di Tepi Laut rampung. Ada banyak harapan akan keberdaan pemanfaatan gedung yang menelan dana pembangunan sebesar Rp 14,3 miliar ini. Satu di antaranya dari kalangan seniman.

Sebagaimana yang diutarakan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah beberapa waktu lalu, bahwasanya Gedung Gonggong selain difungsikan sebagai pusat informasi pariwisata juga bakal dimanfaatkan sebagai lokasi helatan kesenian.

“Tapi harus dipermudah izinnya. Jangan dipersulit administrasinya,” kata seniman muda Tanjungpinang, Zainal Anbiya, Selasa (20/9).

Selama menghelat beberapa acara kesenian di Tanjungpinang, Zainal menuturkan, proses pengurusan perizinan cukup merepotkan. Mulai dari permohonan izin kepada instansi terkait hingga proses administrai yang cukup rumit dan memakan waktu.

“Misalnya kalau perlu tanda tangan kepala dinasnya. Kalau orangnya ada di Pinang tentu bisa cepat. Tapi bayangkan kalau kepala dinasnya lagi di luar, entah kapan izin itu bisa keluar,” ungkapnya.

Untuk pengurusan perizinan Taman Laman Bunda Tepi Laut, misalnya. Zainal menyebutkan, tidak cukup waktu sehari dalam penggunaannya. Karena usai mengurus perizinan di Dinas Pertamanan, ia juga harus merampungkan biaya penggunaan di kantor dinas lain. Padahal bila bisa diurus dalam satu pintu, ia merasa tentu akan lebih mudah.

“Kalau nanti izin penggunaan Gedung Gonggong lebih mudah, saya yakin banyak teman-teman seniman lain yang siap rutin memanfaatkannya dan menyulapnya jadi panggung kesenian yang menarik,” ungkapnya.

Gedung Gonggong yang dibangun Pemerintah Kota Tanjungpinang di kawasan Tepi Laut memang semestinya bukan upaya gagah-gagahan semata. Sedari mula, Pemko Tanjungpinang ingin menjadikan Gedung Gonggong sebagau pusat informasi pariwisata. Namun, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah punya rencana lain di balik itu semua.

“Pertama, memang untuk tourism information centre. Tapi kami sudah mendesainnya multifungsi. Bisa jadi bussiness centre dan tempat berkesenian juga lho di sana,” ungkap Lis.

Sebagian dari ruangan pusat informasi tersebut memang diwacanakan sebagai etalase memajang produk-produk khas Tanjungpinang. Baik itu berupa cenderamata atau produk kuliner. Keberadaan Gedung Gonggong yang terbilang strategis itu, kata Lis, memang mesti dimanfaatkan secara maksimal untuk membangun sektor pariwisata Tanjungpinang agar lebih dominan.

Karena itu, secara khusus dipersilakan bagi warga Tanjungpinang bisa ikut mengedarkan produk kreatifnya di Gedung Gonggong. Lis memang menginginkan bahwasanya gedung itu ada dan dibiarkan begitu saja. “Harus dimanfaatkan. Kami ingin masyarakat yang memanfaatkan itu. Ada perputaran uang di sana. Sehingga biaya operasionalnya tidak lagi membebani pemerintah daerah,” ungkap Lis.

Lebih daripada sekadar pusat informasi pariwisata dan kegiatan usaha, Lis juga menyebutkan bahwasanya seputaran area Gedung Gonggong termasuk lantai dua di sana juga didesain agar multifungsi. “Cantik sekali kalau bikin acara kesenian di sana,” ungkapnya.

Dilihat dari kontur fisiknya, memang tidak menutup kemungkinan membikin panggung pertunjukan kesenian di sana. Selain menjadi pusat keramaian warga, gedung yang berada tepat di tepi jalan itu juga dengan mudah akan mengundang penonton hadir. Karena bagi Lis, selama ini gelaran pertunjukan kesenian masih terfokus di lapangan Pamedan.

“Jangan asyik di Pamedan saja. Kalau bisa bikin di Gedung Gonggong itu pasti sangat asyik. Nanti kalau sudah diresmikan, kami undang seniman untuk bisa menggelar karyanya di sana,” ucap Lis. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar