Karimun Tunggu Pengesahan APBD-P untuk Pastikan Ikut Parade Kapal Hias FSC

1413
Pesona Indonesia
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:yusnadi/batampos
Parade perahu akan memeriahkan Festival Bahari Kepri pada Oktober mendatang. foto:yusnadi/batampos

batampos.co.id – Undangan untuk Pemerintah Kabupaten Karimun mengikuti Festival Sungai Carang (FSC) bulan depan di Tanjungpinang, salah satunya mengikuti parade kapal hias sudah diterima. Hanya saja, belum dapat dipastikan apakah bisa ikut serta mengirimkan kapal hias atau tidak.

”Kegiatan ini munculnya setelah APBD murni 2016. Sehingga, anggaran untuk kegiatan kapal hias di FSC dan sekaligus kegiatan Fastival Bahari Kepri dan Sail Selat karimatya 2016 baru diusulkan anggarannya dalam APBD perubahan. Sementara itu, disetujui atau tidak anggaran tersbeut belum tahu, karena APBD perubahan sendiri belum disahkan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Karimun, Suryaminsyah kepada koran Batam Pos, Selasa (20/9).

Besarnya usulan anggaran yang diajukan, katanya, untuk mengikuti kegiatan bahari tersebut sekitar Rp 400 juta. Rencananya jika usulan anggaran tersebut disetujui, maka ada dua kegiatn yang akan diikuti. Yakni, dragon boat dan kapal hias. Hanya saja, jika di dalam APBD perubahan usulan tersebut disetujui dan baru disahkan bulan depan, maka tipis harapan untuk bisa dua kegiatan tersebut sekaligus.

”Sudah tentu kita tidak bisa ikut kegiatan dragon boat dan kapal hias FSC sekaligus. Tetapi, hanya salah satu saja yang akan diikuti. Yakni, yang mudah itu adalah dragon boat, karena tidak memerlukan waktu lama untuk mempersiapkannya. Sedangkan, kalau kapal hias untuk menghiasnya membutuhkan waktu lama. Tidak mungkin kita menghias kapalnya asal jadi dengan meletakkan bendera dan lampu begitu saja. Yang kita bawa adalah nama kabupaten. Selain itu, kapal kita tidak punya dan sudah tentu harus sewa. Makanya, jika bulan depan disahkan sulit terkejar untuk ikut kegiatan tersebut,” papar Wak Min sapannya.

Meski demikian, lanjut Wak Min, dia melihat kegiatan FSC merupakan salah satu kegiatan budaya tahunan. Untuk itu, pada APBD murni tahun depan usulan anggaran untuk kegiatan tersbeut akan diusulkan sejak awal. Sehingga, pada akhir tahun kegiatannya pihaknya tinggal mempersiapkan diri untuk ikut serta. Yang jelas, pihaknya tetap akan mengupayakan ikut salah satu dari kegiatan tersebut jika anggarannya ada. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar