Salah satu perusahaan galangan kapal yang sedang menyelesaikan pekerjaan kapal.foto:tri haryono/batampos
Salah satu perusahaan galangan kapal yang sedang menyelesaikan pekerjaan kapal.foto:tri haryono/batampos
Salah satu perusahaan galangan kapal yang sedang menyelesaikan pekerjaan kapal.foto:tri haryono/batampos

batampos.co.id – Sejak tahun 2009 lalu, pulau Karimun telah ditetapkan menjadi wilayah Free Trade Zone (FTZ) bersama Batam dan Bintan. Pada tahun 2016, Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Karimun telah mencatat, modal investasi dari Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai Rp14.776.705.355.294. Sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 7.837.056.907.000. Sehingga, total keseluruhan modal investasi mencapai Rp 22, 613 triliun.

“Alhamdulillah, modal investasi di wilayah FTZ cukup banyak. Tapi untuk tahun ini penambahan PMA tidak ada, namun di PMDN terjadi peningkatan sebesar Rp 7,480 miliar hingga bulan Juni lalu,” kata Ketua BP Kawasan Karimun, Cendra Nawazir, Selasa (20/9) di Tanjungbalai Karimun.

Modal investasi yang mencapai Rp 22 triliun lebih tersebut, dengan jumlah perusahaan asing mencapai 17 perusahaan dan 156 perusahaan dalam negeri yang bergerak dalam bidang perkapalan. Secara otomatis, telah menyerap tenaga kerja mencapai belasan ribu orang.

“Walaupun fasilitas kurang. Namun, Pemerintah Kabupaten Karimun tetap komitmen memberikan pelayanan kepada para investor yang ingin menanamkan modalnya di wilayah FTZ,” jelasnya.

Dengan investasi yang cukup besar, secara otomatis pertumbuhan ekonomi di wilayah FTZ berkembang secara pesat. Terutama, dalam kebutuhan pasokan makanan yang dibutuhkan oleh tenaga kerja. Selain itu tempat tinggal dan kendaraanpun itu meningkat, dimana-dimana banyak yang membangun rumah kontrakan.

“Dampaknya luar biasa, terhadap masyarakat di pulau Karimun. Semuanya ada kaitan antara satu dengan lainnya, baik yang ada di wilayah FTZ maupun non FTZ,” ungkapnya.

Pantauan di lapangan, sepanjang jalan protokol menuju perusahaan banyak dibangun rumah toko (Ruko). Sementara perusahaan yang melakukan investasi ada yang bergerak dalam bidang perkapalan, granit, minyak seperti PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB), PT Oil Tanking, dan sebagainya. Selain itu perusahaan nasional sendiri ikut serta dalam memasok komponen yang dibutuhkan perusahaan asing yang sedang mengerjakan proyek galangan kapal.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar