Perang Narkoba masih Berkobar di Filipina

404
Pesona Indonesia

dutertebatampos.co.id – Perang terhadap narkoba masih berlanjut di Filipina. Presiden Rodrigo Duterte, 71, Minggu malam (18/9) mengumumkan rencana untuk memperpanjang misi tersebut. Dari satu semester alias enam bulan menjadi dua semester atau satu tahun.

”Saya tidak pernah menyadari betapa serius dan betapa parahnya kejahatan narkoba di republik ini sampai saya menjadi presiden,” kata Duterte dalam jumpa pers di sisi selatan Kota Davao. Dia menambahkan bahwa perang melawan narkoba yang dicanangkan sejak pelantikan dirinya sebagai presiden pada 30 Juni tidak akan bisa membasmi semua penjahat. Baik bandar maupun pengedar. Maka, dia berniat memperpanjangnya.

”Ini (perang antinarkoba) seperti memicu cacing keluar dari kaleng. Jadi, sepertinya perlu ada tambahan sedikit waktu. Mungkin sekitar enam bulan lagi,” papar Duterte. Selain mereka yang terjun langsung dalam bisnis narkoba, presiden berjuluk The Punisher itu menyatakan bahwa banyak oknum yang terlibat tanpa berurusan langsung dengan barang haram tersebut. Di antaranya, pejabat pemerintah dan aparat penegak hukum.

”Ada terlalu banyak pihak yang terlibat di sana. Saya jelas tidak bisa membunuh mereka semua,” lanjut mantan wali kota Davao itu. Sejauh ini, perang antinarkoba yang berlaku nasional dan melibatkan death squad tersebut mengakibatkan sekitar 3.000 nyawa melayang. Sebagian besar tersangka maupun penjahat narkoba itu tidak tewas di tangan polisi, melainkan death squad. Itulah yang membuat Duterte panen kritik.

Amerika Serikat (AS), PBB, dan parlemen Uni Eropa (UE) menyebut perang antinarkoba Duterte itu sebagai aksi main hakim sendiri. Apalagi, death squad yang ikut beraksi bak polisi lahir atas prakarsa Duterte saat masih menjadi wali kota Davao. Atas kritik dan kecaman yang mengarah kepadanya, pengganti Benigno Noynoy Aquino itu tidak mau ambil pusing. Buktinya, dia maju terus dengan program andalannya tersebut. (AFP/CNN/hep/c6/any)

Respon Anda?

komentar