Potensi Retribusi Parkir di Batam Lebih Rp 30 Miliar, Tercapai Rp 2,8 Miliar, Perda Direvisi

487
Pesona Indonesia
Mobil dan motor di depan BCS Mall parkir di bahu jalan sehingga membuat jalan kerap macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Mobil dan motor di depan BCS Mall parkir di bahu jalan sehingga membuat jalan kerap macet. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam mengusulkan rancangan Peraturan Daerah (ranperda) baru tentang parkir. DPRD telah menerima ranperda tersebut, Selasa (20/9/2016).

“Besok (hari ini, red) tanggapan fraksi. Lusa jawaban Wali Kota. Kalau fraksi sudah setuju, lanjut ke penetapan pansus,” kata Ketua DPRD Batam, Nuryanto.

Ranperda ini merupakan revisi Perda Parkir nomor 1 tahun 2012. Padahal, Perda ini belum dijalankan.

“Kami lihat dari fungsinya. Ia tidak berfungsi sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Perda itu dinilai tidak maksimal. Lantaran titik-titik parkir dikuasai raja-raja kecil. Pendapatan dari retribusi parkir tidak sesuai harapan. Tahun lalu target retribusi parkir mencapai Rp 30 miliar. Namun, capaian hanya sekitar Rp 2,8 miliar.

Revisi akan dilakukan dari sisi pungutan, penempatan titik, hingga petugas parkirnya. Dalam revisi itu juga disinggung tentang pelibatan pihak ketiga. Untuk mencapai target, menurut Politisi PDIP itu, mustahil dilakukan tanpa kerjasama dengan pihak ketiga.

“Rencananya ada elektronik parkir. Itu juga akan menambah penerimaan restribusi,” ujarnya.

Pemerintah Kota, rencananya, akan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi serta Kepolisian. Yakni, dalam pembayaran pajak, mereka akan diikutsertakan dalam program parkir berlangganan.

“Misalnya, petugas akan bertanya, ‘Pak, mau berpartisipasi dengan parkir berlangganan?’,” katanya.

Biaya parkir berlangganan, menurutnya cukup murah. Yaitu, sebesar Rp 150 ribu untuk kendaraan roda dua dan Rp 200 ribu untuk kendaraan roda empat. Pria yang akrab disapa Cak Nur menegaskan, perubahan perda tersebut dilakukan untuk memperbaiki pelayanan. Serta meningkatkan pendapatan dari retribusi parkir.

“Sepertinya tidak akan penambahan biaya parkir. Tapi yang jelas, kalau program itu jalan, penerimaan retribusi akan meningkat,” katanya. (ceu)

Respon Anda?

komentar