Yang Punya Anak Hati-hati! Fakta; 20 Persen Napi di Lapas Ternyata Predator Seksual

1331
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Kasus kejahatan seksual terhadap anak kini berada di tingkat yang sangat mengkhawatirkan dan terus meningkat setiap tahun.

Jika selama ini para orang tua merasa anak mereka baik-baik saja dan dibiarkan tanpa perhatian khusus, fakta mengerikan yang berasal dari Lapas ini mungkin bisa mengubah semuanya.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-A Balikpapan, dari 697 narapidana (napi), tercatat 150 di antaranya merupakan pelaku kejahatan seksual terhadap anak.

Artinya, jumlah itu 20 persen dari total napi di lapas tersebut.

Napi yang meringkuk di penjara itu kebanyakan berasal dari Balikpapan. Selebihnya dari kabupaten tetangga, seperti Penajam Paser Utara (PPU), Paser, hingga Kutai Kartanegara (Kukar).

“Lima puluh persen adalah orang Balikpapan, karena di sini (Lapas Balikpapan) adalah lapas rujukan yang ada di Kaltim,” kata Kepala Lapas (Kalapas) Balikpapan Edy Hardoyo, Selasa (20/9) kemarin.

Vonis yang dijalani oleh pelaku kejahatan seksual terhadap anak itu juga beragam. Mulai dari lima hingga sepuluh tahun penjara. Alasannya pun beragam.

Namun, kebanyakan karena mereka tak bisa menahan berahinya.

“Kalau untuk orang yang tua, kebanyakan karena ditinggal istri. Kalau untuk yang remaja dan anak mudanya, karena pergaulan. Mereka tidak ada pelampiasan seks,” terang pria yang sebelumnya menjabat sebagai kalapas Tarakan itu.

Saat ini, para tahanan kejahatan seksual anak itu dicampur dengan napi pidana umum lainnya.

Di blok C untuk napi di bawah 50 tahun. Blok D untuk napi di atas 50 tahun. Pembinaan pun juga disamakan dengan napi tindak pidana umum lainnya, seperti mengikuti kegiatan keagamaan dan jasmani.

Lain lagi di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II-B Balikpapan. Tetangga Lapas Balikpapan ini menampung setidaknya 14 orang pelaku kasus kejahatan seksual terhadap anak. (rkp/jpnn)

Respon Anda?

komentar