Tanjunguncang Darurat Sampah, Sumbat Parit, Hujan Sedikit Banjir

514
Pesona Indonesia
Pengendara  menerobos banjir di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (20/9/2016). Banjirnya jalan ini akibat warga membuang sampah di tepi jalan tersebut yang ditambah hujan lebat tadi malam. Tinggi  air mencapai setinggi pusar orang dewas. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Pengendara menerobos banjir di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (20/9/2016). Banjirnya jalan ini akibat warga membuang sampah di tepi jalan hingga menyumbat drainase. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id -Dinas Kebersihan Kota Batam, camat, hingga lurah yang wilayah kerjanya masuk Tanjunguncang harusnya lebih sering turun ke lapangan. Pasalnya kawasan tersebut langganan banjir. Hujan sebentar air tergenang di mana-mana.

Penyebabnya ternyata akibat budaya menjaga kebersihan yang kurang. Masih banyak warga yang suka membuang sampah sembarangan hingga menutupi saluran air atau drainase di kawasan itu. Parit-parit itu tersumbat sampah.

Contohnya saat hujan deras yang menguyur Kota Batam, Selasa (20/9/2016) dini hari kemarin, kawasan Jalan Brigjen Katamso, tepat di depan PT Nippon Steel, Tanjunguncang, Batuaji terendam banjir.

Pantauan Koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Banjir tersebut disebabkan sumbatan sampah di saluran drainase. Genangan air pun mencapai sepinggang orang dewasa dan membuat arus lalu lintas macet total.

Banyak kendaraan warga yang mendadak mogok saat mencoba menerobos genangan banjir tersebut. Beberapa pekerja terpaksa tidak masuk kerja karena terjebak macet akibat banjir tersebut.

“Mau terobos tadi, rupanya sampai sepinggang genangan air itu. Motor langsung mogok makanya tak jadi kerja saya hari ini,” ujar Efendi, salah seorang warga di lokasi banjir.

Tidak hanya sepeda motor sejumlah kendaraan roda empat juga banyak yang mogok saat berusaha melewati lokasi banjir itu.

Berdasarkan pantuan di lapangan dan keterangan warga di sekitarnya, banjir di lokasi jalan itu sudah menjadi langganan setiap kali hujan. Banjir terjadi karena saluran drainase jalan di lokasi jalan tersebut sudah tak berfungsi lagi. Saluran drainase sudah tersumbat tumpukan sampah dan tanah sehingga saat hujan turun air dengan mudah mengalir dan menggenangi badan jalan.

“Sudah lama seperti ini. Makanya kalau setiap hujan selalu banjir,” kata Marbun warga lainnya.

Sampah yang menumpuk dan menyumbati parit jalan itu merupakan sampah perumahan yang dibuang begitu saja oleh warga di sekitarnya.

Warga mengaku terpaksa buang sampah dipinggir jalan itu karena memang sampah di dalam perumahan sudah menumpuk dan jarang diangkut.

Warga berharap agar pemerintah dalam hal ini dinas kebersihan dan pertamanan kota Batam segera mengangkut tumpukan sampah itu agar jalanan tidak banjir lagi. (eja/bp)

Respon Anda?

komentar