Akibat Bensin, Nurcahyani Terbakar Bersama Rumahnya

466
Pesona Indonesia
Rumah Nurcahyani di Kavling Saguba Blok N Nomor 42, Terbakar Akibat Tetesan Bensi. Foto: Ahmad Yani Batam Pos
Rumah Nurcahyani di Kavling Saguba Blok N Nomor 42, Terbakar Akibat Tetesan Bensi. Foto: Ahmad Yani Batam Pos

batampos.co.id – Nasib malang menimpa Nurcahyani warga Kavling Saguba Blok N Nomor 42, gara-gara tetesan bensin yang mengenai lilin, dirinya beserta rumah terbakar, Selasa (20/9) pukul 20.00 WIB.

Akibat kebakatan itu, Nurcahyani mengalami luka bakar yang cukup serius dikedua kakinya, kini masih mendapatkan perawatan intensif di ruang Anggrek Nomor 314, Rumah Sakit Umum Daerah Embung Fatimah (RSUD EF).

Sementara itu, rumah dan barang berharga miliknya pun juga ludes dilalap sijago mereah. Kerugian ditafsirkan mencapai puluhan juta rupiah.

Menurut pengakuan dari Nurcahyani (korban) saat dijumpai Batam Pos di RSUD mengatakan, kejadian itu sangat cepat, bermula ketika ia hendak mengisi bensin kesebuah motor becak untuk persiapan berjualan sayur di pasar kaget. Bensin yang ditantengnya itu tiba-tiba menetes ke sebuah lilin milik Suniah yang sedang bekerja di rumahanya membungkus tempe. “Netes ke api dan merembes kekaki,” ujar Nurcahyani, Rabu (21/9).

Merasa panik, melihat ada api di kakinya, Nurcahyani akhirnya melepaskan botol berisi minyak bensin dan kemudian api pun mejarah ke rumah miliknya.

“Baju dan celana saya buka. Rumah saya terbakar, semuanya habis,” ungkap Nurcahyani.

Beruntung, kata Nurcahyani kedua anaknya berada di dalam rumah saat itu berhasil keluar dengan selamat. “Saat kebakaran dua anak saya Yuyun dan Wanto belajar di kamar, di selamatkan melalui pintu belakang oleh warga,” kata Istri Wito ini.

Ibu empat anak ini mengaku sempat panik atas kejadian itu, awalnya kaki yang terbakar tak dihiraukannya memang saat itu diakuinya belum ada terasa apa-apa. “Saya sempat bantu memadamkan api waktu itu, pas senggol dengan warga kaki saya terasa sakit, kemudan saya dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Api yang membakar rumah Nurcahyani berhasil dipadamkan selama 30 menit oleh warga setempat dengan menggunakan alat seadanya. “Kita tahu ada yang teriak minta tolong pas keluar api sudah besar,” ucap Nila Wati tetangga korban.

Nila mengatakan api yang besar itu belum sempat merambah ke rumah tentangga. “Karena cepat dipadamkan warga,” tuturnya.

Satu unit mobil kebakaran sempat diturunkan. Namun setiabanya di lokasi api sudah dipadamkan. “Jadi pihak pemadam hanya memadamkan sisa api saja,” tungkasnya.

Pantauan Batam Pos di rumah korban kemarian terlihat warga dan kedua anaknya sedang membersihkan puing sisa bangunan yang jatuh akbat kebakaran. (cr14)

Respon Anda?

komentar