Bakal Jadi Anggota Dewan, Raja Amirullah Malah Jadi Terdakwa, Proses PAW Tersendat

499
Pesona Indonesia
Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Kepri, Misni. foto:rpg
Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Kepri, Misni. foto:rpg

batampos.co.id – Kepala Biro Pemerintahan Pemprov Kepri, Misni mengungkapkan, hingga kini dirinya belum menerima seberkas surat pun dari Kementerian Dalam Negeri perihal penundaan pelaksanaan pergantian antar waktu (PAW) dari Fraksi Partai Golkar.

“Secara fisik saya sudah lihat suratnya di Kemendagri. Tapi entah kapan akan dikirim ke Kepri,” kata Misni kepada koran Batam Pos, Rabu (21/9).

Dalam urusan PAW anggota legislatif, Misni menjelaskan bahwasanya Biro Pemerintahan Pemprov Kepri hanya pelaksana administrasi yang menghubungkan berkas tersebut dengan Kemendagri. Sehingga ketika tidak ada pengajuan atau penundaan berkas, tidak banyak hal yang bisa dilakukan.

“Kami masih menunggu saja tindak lanjutnya nanti bagaimana dan seperti apa,” ungkapnya.

Fraksi Partai Golkar di DPRD Kepri memang harus melakukan proses PAW. Mengingat satu kader mereka Sofyan Samsir dari Dapil Natuna-Anambas meninggal dunia sehingga keanggotaannya harus lekas digantikan. Berdasarkan urutan perolehan suara pada pemilihan legislatif yang dicatat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kepri, peraih suara terbanyak dari Partai Golkar di bawah almarhum Sofyan Samsir adalah Raja Amirullah.

Nama terakhir ini merupakan mantan Bupati Natuna yang terjerat kasus korupsi dana ganti rugi lahan Fasum dan Fasos Kabupaten Natuna, yang kini statusnya sebagai terdakwa. Belum ada keputusan inkrah atas perkara ini. Santer kabar inilah yang membuat Kemendagri mesti menunda proses PAW di tubuh Fraksi Partai Golkar.

Akan hal ini, Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPRD Kepri, Asmin Patros menyatakan, pihaknya juga masih menunggu surat penundaan dari Kemendagri, mengingat seluruh berkas PAW pada pengurusan jenjang daerah sudah selesai.

“Apakah ada kekurangan yang harus dilangkapi. Tapi mereka juga gak bisa tahu kalau Mendagri tak menyurati. Melalui sekretaris partai pun sudah dilakukan komunikasi. Ya tapi tetap aja sampai saat ini belum ada kepastian mengenai proses PAW itu,” jelas Asmin.

Sebelumnya, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, juga sudah mengatakan untuk pergantian anggota DPRD Sofyan Samsir, pihaknya sudah menerima rekomendasi yaitu Raja Amirullah.

“Namun, berdasarkan informasi KPU, Amirullah sedang berhadapan dengan kasus hukum. Jadi masih menunggu apakah dapat diteruskan apa akan diganti,” kata Jumaga. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar