BP Batam Mencatat Impor Mobil CBU Melorot

693
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Tren impor mobil completely built up (CBU) di Batam cenderung menurun pada tahun 2016 ini. Hingga Agustus lalu, Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat hanya ada 435 mobil impor masuk, jauh menurun dari periode yang sama tahun lalu yang tembus angka 703 unit.

“Mobil CBU itu mobil kelas atas, dan saat ini market di sini sudah jenuh karena rata-rata warga Batam sudah punya mobil semua,” ungkap Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianta di kantornya kepada media, Rabu (21/9).

Ada 12 importir mobil mewah tersebut di Batam. Untuk importir terbesar adalah PT Ganda Nusantara Persada yang hingga bulan lalu telah mengimpor 292 mobil CBU. Kemudian PT Euras Auto Dinamika yang mengimpor 69 mobil.

Importir lainnya adalah PT Toyota Astra Motor yang mengimpor 15 mobil. Selanjutnya, PT Centri Jepri Auto yang mengimpor 14 mobil. Sedangkan delapan importir lainnya mengimpor mobil tidak lebih dari 10 unit.

Novi, sapaan akrabnya kemudian menjelaskan prosedur impor mobil CBU yang masuk ke Batam yang kuotanya ditentukan oleh Kementerian Perindustrian itu.

“Importir mengajukan Tanda Pendaftaran Tipe (TPT) dan varian kendaraan bermotor untuk keperluan impor ke pemerintah pusat tiap bulan,” jelasnya.

Jika mobil CBU yang diimpor merupakan tipe terbaru, maka importir harus mengajukan TPT Pendaftaran Uji Tipe ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Nanti di Kemenhub, akan dicek lagi seluruh spesifikasi mobilnya, seperti jumlah silinder, dimensi, jarak sumbu, dan lainnya,” ungkapnya.

Setelah pengecekan selesai, maka akan keluar Surat Uji Tipe (SUT). Kemudian, impor bisa mengajukan TPT Impor ke Kementerian Perindustrian.

“Kementerian tersebut yang menentukan jumlah kuota untuk importir tersebut,” jelasnya.

Dan jika mobil CBU yang akan diimpor merupakan tipe lama, maka importir tinggal mengajukan TPT Pendaftaran Uji Tipe, SUT, dan TPT Impor yang lama ke Kementerian Perindusrian.

Dokumen-dokumen dari pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mendapatkan Persetujuan Impor (PI) dari BP Batam.Satu mobil dapat satu dokumen PI. “Dan setelah diberikan, maka importir bisa melakukan tugasnya. Hanya tinggal mengurus dokumen kepabeanan di kantor Bea Cukai,” jelasnya.

Novi juga menjelaskan kewajiban importir agar bisa beraktivitas dengan lancar adalah dengan membuat bank garansi yang harus diisi dengan uang senilai Rp 3,5 miliar. Bank garansi ini hanya berlaku setahun. Ketika sudah habis harus diperpanjang ke bank. “Ini merupakan bentuk deposit sebagai jaminan kepada BP Batam,” ujarnya.

Sebelumnya, dealer mobil Ford di Batam tidak mengimpor mobil lagi. Sedangkan Mazda terganjal kebijakan internalnya sendiri yang menginginkan impor hanya lewat satu pintu yakni Jakarta. “Namun, bank garansinya belum ditarik,” katanya. (leo)

Respon Anda?

komentar