Empat Bulan, APBD-P Tak Rampung, Gubernur Disarankan Ambil Alih TAPD

472
Pesona Indonesia
Irwansyah. foto:dalil harahap/batampos
Irwansyah. foto:dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kepri, Irwansyah mengatakan pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Kepri Tahun Anggaran (TA) 2016 sudah berjalan empat bulan. Lambatnya penyelesaian ini disebabkan lemahnya kinerja Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemprov Kepri.

“Sudah empat bulan pembahasannya, tetap saja tidak selesai. Persoalan ini bukan di DPRD Kepri, tetapi di internal TAPD Pemprov Kepri,” ujar Irwansyah menjawab pertanyaan koran Batam Pos, kemarin.

Disebutkannya, berdasarkan tentatib yang disusun Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kepri, draf Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Priorotas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sudah diserahkan ke DPRD Kepri dalam minggu ini. Kegiatan tersebut disejalankan dengan MoU KUA PPAS antara Gubernur Kepri dengan DPRD Kepri.

Legislator Komisi III DPRD Kepri itu, juga mengungkapkan tidak adanya kesepahaman antara Banggar dengan TAPD lebih disebabkan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemprov Kepri masing-masing adu kuat dan enggan anggaran kegiatan di rasionalisasikan.

“Waktu kita semakin mepet, seharusnya sekarang ini sudah masuk pada tahapan Pra APBD Murni 2017. Selain itu banyak pekerjaan lain yang diselesaikan,” papar Irwansyah.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, penyebab lainnya adalah tidak validnya laporan keuangan dari masing-masing SKPD. Artinya ada ketidak jujuran, dengan maksud supaya kegiatan yang disusun tidak dirasionalisasikan.

Irwansyah juga melihat TPAD Kepri bekerja setengah hati, bahkan Ketua TAPD Kepri, Reni Yusneli yang merupakan Plt Sekda Kepri tidak pernah ikut rapat bersama Banggar DPRD Kepri. Menurut Irwansyah, nilai yang harus dirasionalisasikan masih sekitar Rp238 miliar.

“Jumlah ini yang harus disinkronkan TAPD Pemprov Kepri bersama Gubernur Kepri. Gubernur selaku pejabat yang bertanggungjawab harus bergerak cepat dalam membuat kebijakan. Karena penerimaan masih belum seimbang dengan kebutuhan,” tegas Irwansyah.

Wakil Rakyat dari daerah pimilihan Kota Batam tersebut juga memberikan peringatan dini, apabila tidak ada penyesuaian yang dilakukan TAPD dalam waktu dekat ini, Banggar bisa bertindak sepihak. Seperti melakukan rasionaliasi pada belanja langsung maupun tidak langsung.

“Sebelum itu, kita berikan kesempatan kepada Gubernur untuk bertindak. Artinya serius untuk menyelesaikan lewat rapat bersama TAPD,” jelas Irwansyah.

Lebih lanjut katanya, pekerjaan-pekerjan lain yang juga harus segera diselesaikan adalah pembahasan Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah RPJMD Kepri lima tahun kedepan. Kemudian ada juga Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Selanjutnya yang juga membutuhkan perhatian adalah Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) yang baru.

Ditambahkan Irwansyah, Banggar sudah memberikan saran dan masukan kepada TAPD Kepri, seperti menaikan Pendapatan Daerah dengan mencari sumber-sumber baru atau melakukan efesiensi kegiatan untuk menyesuaikan dengan kekurangan yang ada.

“Yang sudah final adalah program taskin senilai Rp75 miliar ditunda tahun depan. Selain pengurangan ada juga penambahan beban dampak kenaikan gaji pegawai sebesar Rp32 miliar,” ungkap Irwansyah.

Irwansyah juga menyinggung mengenai pokok pikiran dewan hasil reses juga perlu diperhatikan. Karena itu aspirasi masyarakat. Karena hasil reses yang disampaikan juga menyangkut prioritas pembangunan daerah. Diakuinya, mandegnya APBD P juga berpengaruh pada kegiatan ekonomi masyarakat.

“Masih ada belanja modal didalam APBD P Kepri nanti. Tetapi semakin sempitnya waktu, bisa saja menjadi kerugian bagi pembangunan. Karena anggaran yang ada tidak terserap,” tutup Irwansyah.

Dari informasi yang didapat dilapangan, Ketua TAPD Kepri, Reni Yusneli saat ini sedang disibukan menghadapi pesta pernikahan anaknya. Sebelumnya, Asisten I Pemprov Kepri tersebut fokus mengikuti Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Madya (JPTM) Sekda Kepri, meskipun akhirnya gugur, karena kalah bersaing.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar