Gubernur: Silakan Datang, Nikmati Indahnya Laut Kepri

1183
Pesona Indonesia
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Penanggungjawab Festival Bahari (FBK) Kepri, Nurdin Basirun yang juga merupakan Gubernur Kepri tersebut memimpikan pariwisata Kepri gemilang dan terbilang kedepannya. Menurutnya, FBK menjadi laluan bagi Kepri untuk menancapkan predikat sebagai Pintu Gerbang Wisata Bahari Indonesia.

“Kita harus punya mimpi yang sama. Yakni menjadikan Kepri sebagai Provinsi yang gemilang dan terbilang. Begitu juga dengan dunia pariwisatanya,” ujar Nurdin, belum lama ini.

Mantan Bupati Karimun tersebut punya keyakinan kuat, industri pariwisata di Provinsi Kepri akan terus tumbuh. Karena semua Kabupaten/Kota di Kepri punya karaktristik pariwisata yang berbeda-beda. Masih kata Nurdin, langkah strategis yang tentunya sangat memberikan manfaat, bagi bergairahnya pariwisata bahari di Provinsi Kepri adalah dengan berubahnya regulasi yang ditetapkan.

“Kita harus mampu meyakinkan para yatcher ataupun wisatawan mancanegara yang datang nanti, bahwa Kepri daerah yang bersahabat dengan turis,” papar Nurdin.

Berangkat dari perubahan tersebut, Nurdin sangat yakin FBK akan memberi dampak yang berkesinambungan bagi pariwisata Kepri. Nurdin pun mengajak masyarakat Kepri memberi kesan yang baik sehingga para yatcher akan sering bermain di Kepri. Lebih lanjut katanya, ketika industri kepariwisataan Kepri tumbuh, secara langsung maupun tidak, akan ada pergerakan perekonomian di masyarakat.

“Silakan datang ke Kepri, nikmati indahnya laut Kepri,” paparnya lagi.

Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti mengatakan untuk menjadikan pariwisata Kepri gemilang dan terbilang, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Selain persoalan infrastruktur pendukung, juga menyangkut regulasi. Persoalan yang paling penting dan wajib untuk dilakukan adalah tindakan sadar wisata.

“Meskipun banyak pekerjaan berat yang harus dilakukan, tetapi bila dikerjakan bersama-sama tentu akan menjadi ringan. Semua tergantung pada kebersamaan,” ujar Gutur Sakti, kemarin.

Ketua Harian FBK tersebut juga mengatakan, puncak Festival Bahari Kepri, direncanakan pada 29 Oktober 2016 mendatang akan mendatangkan Presiden atau Wakil Presiden. Tentu ini juga menjadi momentum yang tepat bagi Provinsi Kepri untuk menggambarkan mimpi-mimpi pariwisata Kepri kedepannya.

“Majunya pariwisata Kepri tentu akan berdampak pada tumbuhnya pariwisata nasional. Karena Kepri merupakan penyumbang terbesar ke tiga untuk kedatangan wisman ke Indonesia,” ungkap Guntur.

Ditambahkannya, ada tujuh/kabupaten kota di Provinsi Kepri. Dari jumlah tersebut, hanya Batam dan Bintan yang memiliki entri dan exit poin kapal yacht internasional. Artinya daerah-daerah lain perlu perhatian untuk itu. Apalagi di untuk Natuna-Anamas yang merupakan daerah terdepan.

“Persoalan lain yang harus kita pahami bersama adalah, terminal Kepri adalah pelabuhan. Kita berharap pelabuhan-pelabuhan di Kepri kedepannya sudah nyaman. Seperti dilengkapi dengan pendingin udara. Kita harus mencotoh negara-negara tetanga seperti Singapura dan malaysia,” tutup Guntur.

Seperti diketahui, rangkaian kegiatan FBK dimulai dengan Eco Heroes, Dragon Boat Race, Festival Gurindam dan Drumband, Panggung Penyair, Wonderful Indonesia Sailing, Wonderful Kepri Expo, The Sound From Motherland of Malay. Selain itu ada juga, Seminar Wisata Bahari, Kepri Carnival, Kepri Traditional and Modern Games, Festival Sungai Carang, Sky Lantern dan Festival Drone.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar