Kompilasi Budaya Spanyol pada Karya Ananda Sukarlan

872
Pesona Indonesia

sukarlanbatampos.co.id – Pianis dan komponis Ananda Sukarlan akan mempersembahkan karya-karya barunya pada ajang Ubud Writers & Readers Festival (UWRF) akhir Oktober mendatang.

Karya-karya ini berdasarkan puisi dari dua pujangga besar Spanyol yang tahun ini dirayakan 400 tahun wafatnya Miguel Cervantes dan 80 tahun wafatnya Federico Garcia Lorca.

Ananda akan didampingi oleh salah seorang penyanyi soprano muda terbaik di Indonesia, Mariska Setiawan. Ananda “menemukan” Mariska Setiawan lewat kompetisinya di tahun 2011, dan sejak itu Mariska sudah melanjutkan studi vokalnya antara lain ke Berlin dan Salzburg.

Selain pengalamannya dalam berbagai konser, Mariska juga akan menjadi tokoh utama di opera Ananda yang baru tahun depan.

Ananda Sukarlan sudah 20 tahun lebih tinggal di Spanyol, dan bekerjasama dengan para seniman di sana. Karya-karya barunya untuk UWRF ini telah dipesan oleh Kedutaan Besar Spanyol yang bertujuan untuk perkawinan budaya dua negara.

Selain karya barunya berdasarkan puisi-puisi Cervantes dan Garcia Lorca, Mariska dan Ananda juga akan mempersembahkan karya Ananda yang sudah populer di repertoire musik klasik selama beberapa tahun terakhir berdasarkan puisi Adimas Immanuel dan Hasan Aspahani yang telah banyak terpengaruh oleh Garcia Lorca (Aspahani telah menerjemahkan beberapa puisi Lorca secara bebas ke bahasa Indonesia).

Konser ini akan diadakan tanggal 28 Oktober pk. 6 sore di Taman Baca, Jl. Raya Sanggingan dengan latar belakang keindahan langit saat matahari terbenam. Sedangkan pada hari sebelumnya, 27 Oktober pk. 15.45 juga di Taman Baca.

Ananda akan menjadi pembicara di seminar “La Lengua de Cervantes” (“Bahasa Cervantes”) bersama penulis terkemuka Mexico, Juan Pablo Villalobos.

Ananda juga akan fokus pembicaraannya ke pengaruh sastra Spanyol ke dunia sastra Indonesia dan ke musiknya.

Tahun ini UWRF yang dibuka tgl 26 Oktober ini akan menampilkan juga sastrawan terkemuka Indonesia seperti Seno Gumira Ajidarma (yang beberapa karyanya telah dijadikan opera oleh Ananda Sukarlan, seperti TUMIRAH dan CLARA), Leila S. Chudori, Eka Kurniawan, Rio Haminoto dan Dewi Lestari, sutradara film Joko Anwar, Slamet Rahardjo selain para puluhan penulis internasional. ***

Respon Anda?

komentar