KPAD Karimun Temukan 53 Kasus Baru HIV/AIDS

650
Pesona Indonesia
Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa
Ilustrasi penderita HIV/AIDS. Foto: istimewa

batampos.co.id – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Karimun dalam enam bulan terakhir, yakni Januari hingga Juni 2016, telah menemukan 53 kasus baru penderita HIV/ AIDS yang tersebar di beberapa kecamatan. Bahkan, dari 53 kasus baru penderita tersebut 8 orang sudah ke fase AIDS.

”53 kasus baru masyarakat kita yang terjangkit HIV/Aids tersebut diketahui bukan disebabkan adanya laporan dari penderita yang datang ke rumah sakit atau klinik voluntary counseling and testing (VCT) atau tes darah sukarela. Melainkan, kita melakukan sosialisasi yang melibatkan instansi pemerintah dan organisasi perempuan. Caranya, mendatangi setiap kelurahan di kecamatan kemudian dilakukan tes darah. Dari pemeriksaan darah ini baru diketahui adanya masyarakat yang terjangkit HIV/Aids,” ujar Sekretaris KPAD Kabupaten Karimun, Erwan Muharuddin kepada koran Batam Pos, Rabu (21/9).

Artinya, kata Erwan, ada masyarakat yang tidak mengetahui jika dirinya telah tertular HIIV/ Aids. Yang memprihatinkan pihaknya dari temuan tersebut sudah 8 orang yang positif AIDS. Meski demikian, KPAD tetap memberikan pemahaman tentang penyakit ini dan menganjurkan untuk rutin mengkonsumsi ARV. Apalagi obat ini diberikan secara gratis. Memang, penyakit ini belum ada obatnya, tapi paling tidak penderita yang telah terjangkit dapat memperlambat penyebaran virus di dalam tubuh.

”Hasil dari pantauan dan wawancara yang kita lakukan diketahui penyebaran HIV/ Aids di daaerah ini disebabkan karena hubungan seks bebas dan suka berganti-ganti pasangan. Sedangkan, penyebab orang tertular akibat jarum suntik dan transfusi darah belum pernah ditemukan di Karimun. Dan, yang terjangkit virus ini masih dalam usia produktif. Baik laki-laki dan perempuan mulai dari usia 18 sampai dengan 55,” jelas Erwan yang sudah 12 tahun bertugas di KPAD.

Jumlah penderita HIV/ Aids saat ini, Erwan menyebutkan, total pada tahun lalu itu jumlahnya ada 154 kasus dengan rincian 123 HIV dan 31 Aids. ”Jika ditambah dengan 53 orang lagi, maka jumlahnya sudah mencapai 207 orang. Dan, yang terbanyak itu berada di Kecamatan Karimun. Untuk dapat menekan angka penyebaran HIV/Aids di daerah kita, perlu bersama-sama. Artinya, bukan hanya tugas dari KPAD dan pemerintah. tapi, peran serta dari seluruh lapisan masyarakat sampai di tingkat RT,” ungkapnya.

Diilanjutkan Erwan, hal yang perlu diingat adalah selain selalu mendekatkan diri kepada agama. Kemudian, diperlukan pengetahuan untuk mengetahui bagaimana penyakit ini boleh menular. Termasuk juga dapat menjaga jaga sikap dan perilaku. Untuk diketahui saat ini masyarakat yang yang mengunjungi Klinik VCT untuk melakukan pemeriksaan darah tidak hanya dapat dilakukan di RSUD. melainkan, saat ini sudah tersedia di Puskesmas yang ada di setiap kecamatan. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar