Pejabat Setwan DPRD Kepri Ternyata Gunakan Narkotika Sejak 2009

398
Pesona Indonesia
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan (Kiri) dan Kepala BNN Kota Batam, AKBP Darsono (kanan) meninjau Rumah Dampingan BNN Provinsi Kepulauan Riau di Ruko Tibanmas, Jalan Gajah Mada, Sekupang, Jumat (15/4). Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kepala BNNP Kepri, Benny Setiawan (Kiri) dan Kepala BNN Kota Batam, AKBP Darsono (kanan) meninjau Rumah Dampingan BNN Provinsi Kepulauan Riau di Ruko Tibanmas, Jalan Gajah Mada, Sekupang, Jumat (15/4). Pengguna narkoba direhabilitasi di tempat ini. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Amat Muhajir, Kepala Sub-bagian Umum Sekretariat DPRD Kepulauan Riau, yang ditangkap BNN Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (15/9) lalu, resmi menjalani rehabilitasi di Loka Rehabilitasi BNNP Kepri, Rabu (21/9). Ia termasuk pengguna berat narkotika.

“Ia menggunakan (narkotika) sejak tahun 2009,” kata Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Kepri, AKBP Bubung Pramiadi.

Amat akan menghuni loka tersebut sambil menunggu proses persidangan berlangsung. Tim TAT (Thematic Apperception Test) mengeluarkan rekomendasi rehabilitasi selama enam bulan.

Namun, lama waktu itu dapat berubah bergantung pada hasil persidangan. Hakim akan memutuskan waktu rehabilitasinya. Hakim dapat menambah atau mengurangi lama waktu rehabilitasi Amat.

“Lebih lanjut, nanti, setelah sidang,” tuturnya yang termasuk anggota Tim TAT.

Tim TAT terdiri dari penyidik Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri, penyidik Polda, jaksa, dokter RSUD Embung Fatimah, dan dokter di BNN. Tim telah menggelar sidang TAT, Rabu (21/9). Sidang ini dilakukan untuk mengeluarkan rekomendasi putusan.

“Sesuai dengan UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika, Surat Mahkamah Agung, dan Surat Keputusan Bersama, seperti kasus Pak Amat ini dilakukan sidang TAT sampai sidang pengadilan,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Amat Muhajir ditangkap BNNP Kepri di arena Billiard Centre, Nagoya, Kamis (15/9) pukul 02.00 WIB. Darinya diamankan tiga butir ekstasi.

Ia ditangkap bersama seorang wanita. Wanita ini juga membawa sebutir ekstasi. AKBP Bubung Pramiadi mengatakan, wanita ini juga akan menghuni loka rehabilitasi sambil menunggu persidangan.

“Kalau yang cewek, menggunakan sejak tahun 2010,” tuturnya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar