Pengemis Kaya Asal Batam Menginap di Hotel, Ditangkap saat Mengemis di Anambas

67289
Pesona Indonesia
Afrizal (baju biru) bersama Fadli (baju ungu) saat diamankan Satpol PP karena mengemis di Anambas. foto:yshaid/batampos
Afrizal (baju biru) bersama Fadli (baju ungu) saat diamankan Satpol PP karena mengemis di Anambas. foto:yshaid/batampos

batampos.co.id – Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas mengamankan dua pengemis yakni Afrizal, penyandang disabilitas tuna netra dan Fadil Caniago yang bertugas sebagai pemandu. Mereka diamankan karena tertangkap basah sedang meminta-minta sumbangan di sejumlah kedai kopi di Tarempa dan sekitarnya pada Kamis (16/9) malam.

Pengemis tersebut bukan pengemis sembarangan. Karena setelah diperiksa di kantor Satpol PP, mereka diketahui menginap di Hotel Sakura Jalan Imam Bonjol Tarempa. Berdasarkan dari KTP, mereka warga Batam.

Plt Kepala Satpol PP Kabupaten Kepulauan Anambas Hamka Lubis, menjelaskan, di hotel tersebut mereka tidak hanya berdua tetapi berenam. Afrizal yang dipandu oleh Fadil Caniago, bertugas mengemis, sementara Sijon, istri Afrizal bersama ketiga anaknya yang masih diusia balita tinggal di hotel.

“Semuanya masih balita, bahkan anak terakhir mereka masih berusia tiga bulan,” ungkap Hamka kepada wartawan, Rabu (21/9).

Yang membuatnya heran, mereka bukan hanya mampu menginap di hotel, tetapi saat datang ke Anambas mereka juga mampu membeli tiket ferry Blue Seajet 1 yang harganya sekitar Rp 450 ribu per tiket dikali dua orang. “Mereka datang pada hari Kamis (16.9) sore menggunakan ferry, kemudian malamnya langsung mengemis di kedai-kedai kopi, yang kita heran, duit mereka banyak,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, pihaknya menangkap dan mengamankan pengemis itu karena sebagai bentuk preventif terhadap hal yang tidak diinginkan dan mengutamakan keamanan dan kenyamanan masyarakat sekitar. Pasalnya pada kejadian sebelumnya juga mencerminkan hal yang tidak wajar.

Kata Hamka, pada satu bulan yang lalu, ada empat warga luar daerah yang datang ke Anambas. Mereka tinggal satu kos yang ada di depan Masjid Jamik Tarempa. Dua orang bertugas mengemis dan dua orang lainnya meminta sumbangan dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga.

Yang mencurigakan, mereka berani mengetuk rumah warga, tapi saat pemilik rumah sedang ambil uang kemudian mereka tiba-tiba sudah tidak ada didepan pintu lagi. Maka dari itu untuk mencegah hal yang tidak kita inginkan, pihaknya meminta kepada pengemis yang baru datang ini agar kembali ke daerah asal.

“Kita tidak ingin terjadi hal yang tidak kita inginkan, lagi pula sekarang ini juga sudah ada aturannya, pengemis itu sudah dilarang. Jika ketahuan maka baik yang menerima maupun yang memberi bantuan itu akan dikenakan sangsi,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata Hamka, setelah pihaknya menginterogasi pengemis itu, pihaknya langsung menyerahkan mereka kepada Dinas Sosial agar mereka dipulangkan ke daerah asal ,” ungkapnya.

“Sekarang sudah diserahkan kepada dinas sosial, kita belum tahu perkembangannya apakan mereka sudah dipulangkan atau belum, ungkapnya.(sya/bpos)

Respon Anda?

komentar