Warga Pulau Buluh Menantikan Pencairan Dana RTLH Tahap II

1118
Pesona Indonesia
Muslim menunjukkan RTLH yang belum selesai dibangun. Tahun ini Dinsosnakertrans akan memberikan bantuan UEP yang disejalankan dengan bantuan RTLH. foto:wijaya satria/batampos
Kepala Dinas Sosial Lingga, Muslim menunjukkan RTLH yang belum selesai dibangun. foto:wijaya satria/batampos

batampos.co.id – Delapan Kepala Keluarga di Dusun Pulau, Buluh Desa Penaah, penerima bantuan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menantikan kucuran dana RTLH tahap II. Pasalnya, hingga kini rumah warga belum dapat diselesaikan untuk ditempati.

Informasi yang peroleh koran Batam Pos, delapan KK warga yang menerima bantuan pemerintah dari program pengentasan kemiskinan masih belum rampung. Kerangka rumah telah selesai dikerjakan begitu juga atap. Namun sebagian dinding dan jendela masih belum terpasang. Lebih miris lagi, salah seorang penerima bantuan telah merobohkan seluruh bangunan tidak layak huni. Namun pembangunan ulang rumahnya belum dapat selesai. Terpaksa, warga tersebut tinggal digubuk kecil tanpa jendela dan kondisi yang semakin parah. Padahal, program RTLH tersebut merupakan kegiatan tahun 2015 lalu.

“Belum selesai lagi. Dananya kurang. Itu dibangun tahap I, kemarin. Katanya ada tahap II, sampai sekarang belum ada juga,” ungkap Rais, penerima bantuan RTLH .

Selain rumah milik Rais, dikatakannya nasib yang sama juga dirasakan warga penerima RTLH lainnya di Pulau Buluh. Beberapa waktu lalu, diceritakan Rais, pernah ada pihak kecamatan yang mendatangi warga Pulau Buluh. Bukan membantu warga miskin, ironisnya pihak kecamatan terkait minta penerima RTLH untuk membayar uang senilai Rp 50 ribu agar pencairan RTLH tahap II dapat segera dicairkan.

“Kami harus membayar Rp 50 ribu agar RTLH II ini segera dicairkan. Ya, kami bayar. Katanya agar RTLH tahap II cepat turun,” imbuhnya.

Tanpa pikir panjang, Rais berharap agar dapat menyelesaikan RTLH dengan memberikan uang kepada oknum tersebut. “Kalau kami berharap segera dicairkan. Kalau tahap II sekitar Rp 5, 4 juta. Kalau ini turun (cair), kami rampung kan rumah kami,” imbuhnya.

Sebagaimana informasi yang diterima, dana RTLH Tahap II menunggu tanda tangan dari Gubernur Kepri dan masuk dalam anggaran perubahan tahun 2016. Sedikitnya, masih ada 1.419 RTLH di Lingga yang menunggu kucuran dana tahap II agar bisa menyelesaikan pembangunan dan hutang kepada tukang bangunan. (mhb/bpos)

Respon Anda?

komentar