Waspada! Obat Palsu Beredar Bebas di Kepri

463
Pesona Indonesia
Ilustrasi obat berbahaya. Foto: istimewa
Ilustrasi obat berbahaya. Foto: istimewa

batampos.co.id – Dayat tidak merasakan perubahan apapun setelah meminum obat flu tersebut. Padahal, itu obat yang biasa ia konsumsi setiap kali terserang flu.

“Biasanya, begitu minum langsung sembuh. Ini kok tidak sembuh-sembuh,” katanya.

Ia sempat berkonsultasi dengan kerabatnya tentang obat itu. Kerabat itu mengaku pernah mengalami hal yang sama. Ia mengatakan, beredar kabar,  obat jenis itu banyak dipalsukan.

“Dokter juga bilang sudah tidak lagi menggunakan obat flu itu. Soalnya banyak dipalsukan,” tuturnya.

Dayat membeli obat itu di apotek ternama. Ia hampir tidak percaya jika obat yang ia beli itu obat palsu. Namun, lantaran flu-nya tak kunjung reda, ia mulai mempercayainya.

Dikonfirmasi terkait obat palsu tersebut, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kepulauan Riau, Sakramento Tarigan, mengatakan pihaknya belum menemukan obat palsu di wilayah Kepulauan Riau hingga saat ini. Begitu juga dengan obat anestesi palsu ataupun vaksin palsu yang ditemukan banyak beredar di Jawa.

“Kami masih menelusuri obat-obatan palsu tersebut,” tutur Sakramento.

Ia menduga, terkait kurangnya perubahan yang dirasakan ketika meminum obat tersebut, ada masalah medis. Tidak tertutup kemungkinan, katanya, penyakit yang diderita telah berkembang.

Namun demikian, ia menambahkan, akan menelusuri informasi tersebut. BPOM akan membuktikan apakah obat itu masih memenuhi syarat atau tidak.

“Siapapun ada informasi seperti itu, konfirmasi ke kami,” ujarnya.

Pria yang baru menjabat sebagai Kepala BPOM Kepri itu mengatakan, di bawah kepemimpinannya, BPOM akan berkonsentrasi penuh pada semua produk yagn bersentuhan langsung dengan publik. Baik itu dalam jumlah besar maupun kecil. Seperti misalnya, produk-produk makanan yang mengandung bahan berbahaya.

“Walaupun sekarang tidak terlihat dampaknya, tapi nanti? Nanti kita lihat anak-anak kita gagal ginjal. Kami tidak mau berjudi seperti itu,” katanya lagi.

BPOM telah berkoordinasi dengan Polda Kepri terkait hal tersebut. Ia mengatakan, Kapolda Kepri Brigjen Pol Sambudi Gusdian sepakat bekerja-sama.

Bentuk kerjasama-nya, tambahnya, sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Polda Kepri pada penyelidikan. Sementara BPOM pada penajaman kondisi produk tersebut.

Sakramento menghimbau pada masyarakat yang memiliki informasi terkait produk-produk berbahaya untuk memberi tahu BPOM. “Apa nama produknya. Mantap kali kalau disebut tempatnya. Saya jamin langsung kami tindak-lanjuti,” katanya. (ceu/bpos)

Respon Anda?

komentar