WNI yang Berhaji Pakai Paspor Filipina Ternyata Mencapai 1.200 Orang

253
Pesona Indonesia
Pengecekan Paspor jamaah haji. Foto: istimewa/http://gagasanriau.com
Pengecekan Paspor jamaah haji. Foto: istimewa/http://gagasanriau.com

batampos.co.id – Jumlah jamaah haji Indonesia yang diduga menggunakan paspor Filipina semakin membesar. Semula hanya diprediksi 700 orang, namun imigrasi Filipina menduga setidaknya ada 1.200 WNI dalam rombongan haji Filipina. Pihaknya mengaku bakal mengecek satu persatu untuk memastikan dugaan tersebut.

Wakil Komisioner Biro Imigrasi Filipina Al Argosino mengatakan, pihaknya memang memberlakukan prosedur khusus dalam penanganan kepulangan haji tahun ini. Mereka bakal menyita paspor haji total 6.700 jamaah yang mengikuti ibadah tahun ini. Paspor tersebut bakal dilacak rekam jejaknya di pusat data imigrasi untuk memastikan apa kewarganegaraan.

’’Kami akan melakukan kroscek terhadap data dan paspor mereka untuk menentuka kewarganegaraan. Jadi, kami terpaksa membuat mereka menunggu di ruang pemeriksaan. Bukannya sebagai penjahat, tapi untuk mengidentifikasi korban WNI,’’ ungkapnya dilansir oleh situs berita Inquirer Rabu (21/9/2016).

Karena itu, dia berharap semua jamaah bisa tidak emosi dalam mengikuti prosedur saat tiba di Bandara Internasional Ninoy Aquino. Sebab, satu-satunya cara untuk membedakan antara Filipina memang dari dokumen. Namun, dia mengaku punya cara untuk melakukan pemeriksaan yang efisien.

Dia menjelaskan, paspor haji merupakan paspor spesial yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri. Paspor tersebut hanya berlaku satu tahun. Karena itu, jika memang tidak tercatat dalam data imigrasi, maka patut dicurigai bahwa orang tersebut memang jamaah Indonesi korban sindikat penyaluran haji illegal.

’’Karena itu, kami meminta pengertian bagi semua jamaah haji,’’ ujarnya.

Dia mengaku bakal melacak semua sindikat di Filipina berdasarkan jamaah-jamaah Indonesia yang bakal datang ke Manila hingga 1 Oktober nanti. Menurutnya, pemerintah sangat tegas untuk menindak sindikat tersebut. Misalnya, saat insiden yang menggagalkan 177 WNI berangkta ke Jeddah. Pemerintah sudah menahan lima warga Filipina yang mengawal jamaah tersebut.

Sementara itu, pihak KBRI mengaku masih dalam proses untuk memverifikasi rombongan haji Indonesia dengan pemerintah Indonesia. Sayangnya, dalam hal ini mereka mengaku belum bisa memberikan informasi tentang berapa yang sudah teridentifikasi. Menurutnya, pihak Indonesia harus melakukan verifikasi menyeluruh sebelum membuka data.

’’Yang bisa kami pastikan adalah bahwa mereka tidak akan diperlakukan seperti 177 WNI kemarin. Mereka adalah korban yang akan segera dipulangkan jika proses verifikasi selesai,’’ Begitu tertulis dalam rilis resmi KBRI Manila. (bil/jpgrup)

Respon Anda?

komentar