Batam Dinobatkan Kota Terbaik 2016

6677
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Rudi tersenyum saat menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur, di Ballroom Hotel Mulia Jakarta, Kamis (22/9/2016). Batam dinobatkan sebagai kota terbaik 2016. Foto: istimewa
Wali Kota Batam Rudi tersenyum saat menerima penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur, di Ballroom Hotel Mulia Jakarta, Kamis (22/9/2016). Batam dinobatkan sebagai kota terbaik 2016. Foto: istimewa

batampos.co.id – Kota Batam kembali menorehkan prestasi membanggakan. Wali Kota Batam Rudi pun tersenyum saat menerima penghargaan Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2016, dimana Batam dinobatkan sebagai kota terbaik dengan indeks pembangunan di atas rata-rata nasional.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Asman Abnur, di Ballroom Hotel Mulia Jakarta, Kamis (22/9/2016) malam. Kota Batam terpilih sebagai pemenang kategori Platinum (tertinggi) Indonesia Attractiveness Index dengan total nilai 83,11.

Terpilihnya Kota Batam sebagai salah satu pemenang setelah sebelumnya dilakukan riset dan penilaian oleh Frontier Consulting Group. Riset tersebut meliputi investasi, infrastruktur, layanan publik, dan pariwisata.

Pengukuran sebelumnya telah dilakukan melalui seleksi dari 508 kabupaten/kota seluruh Indonesia hingga akhirnya terseleksi 137 kabupaten/kota.

Ditemui dalam acara tersebut, Rudi mengaku bangga atas penghargaan yang diraih. Menurutnya, peningkatan sarana dan infrastruktur memang menjadi salah satu fokus pembangunan di Batam. Sebab Batam merupakan destinasi investasi, baik asing maupun domestik.

“Infrastruktur kita lengkapi, kita benahi,” ujarnya.

Rudi menambahkan, Kota Batam terus berpacu untuk menyiapkan dan memperbaiki pelayanan publik menjadi lebih baik, lebih cepat dan lebih prima. Dirinya terus bersinergi dengan seluruh unsur forum pimpinan daerah, tokoh agama, dan tokoh masyarakat guna menjaga kondisi Batam yang aman, nyaman dan kondusif.

“Batam ini mininya Indonesia, semua suku ada di sana. Kita jaga terus situasi keamanan dan kenyamanan,” lanjut Walikota Batam.

Dengan adanya peningkatan infrastruktur, pelayanan yang prima dan kondisi yang aman dan kondusif, Rudi mengatakan dengan sendirinya investor dan wisatawan akan datang ke Batam.

Sementara Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut menyampaikan pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia sangat ditentukan oleh kemajuan dan daya saing masing-masing daerah. Daerah yang menarik sebagai tujuan investasi akan memberikan kesempatan yang besar untuk semakin bertumbuh.

“Indonesia’s Attractiveness Award diharapkan mampu memberikan gambaran daya tarik setiap kabupaten/kota maupun tingkat provinsi,” jelasnya.

Rudiantara yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo ini menambahkan perlunya setiap daerah untuk dapat mengatur ruang fiskal dalam anggaran belanja daerah masing-masing. Hal ini dimaksudnya untuk memberikan porsi belanja dalam peningkatan infrastruktur sehingga membawa perubahan dan pertumbuhan di daerahnya.

“Jangan sampai habis untuk belanja pegawai saja,” ujar Menkominfo.

Sementara itu Menpan RB, Asman Abnur, mengatakan IAA bukanlah sebuah final melainkan awal wujud pertanggungjawaban pemerintah kepada publik.

“Layar republik tidak boleh berhenti walaupun petugasnya istirahat. Pelayanan publik harus hadir setiap saat,” ujar Menpan RB.

Inovasi pelayan publik harus menjadi model di Indonesia. Di beberapa daerah, sebut Menpan RB, sudah timbul kreativitas yang luar biasa dan bisa menjadi model nasional. Ada 99 pelayan publik yang  dinilai dan akan dikerucutkan menjadi 35 model.

“Kita akan melakukan modelnya studi tiru bukan lagi studi banding”, jelasnya

Sistem pemerintah berbasis teknologi harus dijalankan dan model konvensional harus ditinggalkan. Ke depan, Asman Abnur menargetkan pemerintah daerah harus sudah menerapkan e-goverment, di mana fokusnya ada pada e-budgeting.

Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPR RI, Ade Komaruddin, Direktur Utama Tempo Bambang Harimurty, CEO Frontier Consulting Group Handi Irawan, serta kepala daerah penerima penghargaan yang digelar setiap tahunnya tersebut.

Beberapa kepala daerah penerima penghargaan IAA di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Banten Rano Karno, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Wali Kota Tangeran Selatan Airin Rachmi Diyani, dan kepala daerah lainnya. (she/bp)

Respon Anda?

komentar