Berkah Hidup Dibalik Hitamnya Arang

502
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Ahai, warga Sungai Sudep, Dompak, Tanjungpinang terus berjuang menantang getirnya kehidupan. Untuk menyabung hidupnya, ia bergantung dari produksi arang tempurung kelapa. Aktivitas tersebut sudah dilakukannya sejak 10 tahun lalu. Baginya usaha tersebut adalah nafas kehidupan.

“Meskipun hasilnya tidak lebih dari yang diharapkan, tetapi saya tetap bersyukur. Karena bisa menghidupi keluarga,” ujar Ahai ketika ditemui koran Batam Pos di tempat usaha bakar arang miliknya di Jalan Dompak arah Kijang, Kamis (22/9) siang.

Menurut bapak dua anak tersebut, tempurung kelapa yang diolah dirinya bersama dengan teman kerjanya, Icek berasal dari aktivitas di pasar Bintan Centre Tanjungpinang. Diungkapkannya, satu hari bisa memproduksi sekitar 60 kilogram arang tempurung kelapa. Dijelaskannya, arang tempurung kelapa lebih ramah lingkungan jika dibandingkan dengan kayu.

“Kita tidak merusak lingkungan dengan mengambil kayu dihutan. Karena hanya mengumpulkan tempurung kelapa dari penjual-penjual santan kelapa yang ada di pasar,” jelasnya.

Masih kata Ahai, satu kilogram tempurung kelapa dijualnya dengan harga Rp 4.000. Arang hasil produksinya dijual kepada pedagang-pedagang sate yang sudah menjadi langgannya. Sementara itu, untuk debu halus yang merupakan sisa arang juga bagus untuk pupuk. Lebih-lebih dicampur dengan tanah hitam.

“Perusahan-perusahan resort di kawasan Lagoi terkadang yang memesan debu halus untuk pembangunan taman. Untuk setiap kilo saya jual dengan harga Rp 1.000,” ungkapnya.

Sementara itu, Icek yang mangaku sudah bekerja sejak lama dengan Ahai mengatakan dirinya bekerja sebagai buruh lepas dengan gaji Rp 40 ribu perhari. Baginya itu sudah cukup untuk membuat dapurnya mengepul. Pria asal Kalimantan tersebut mengaku menikmati pekerjaan tersebut. Apalagi tidak jauh dari kediamannya.

“Sudah lama bekerja di sini. Kami berdua saja kerjanya sama Pak Ahai. Yang penting berusaha untuk bekerja, meskipun kerjanya bakar arang,” ujar Icek menambahkan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar