Dihantam Ombak, Kapal Nelayan Tenggelam, Dua Orang Hilang

750
Pesona Indonesia
Kapal patroli dari Lanal Tanjungbalai Karimun sedang melakukan pencarian dua nelayan yang tenggelam di perairan Karimun Anak. foto:istimewa
Kapal patroli dari Lanal Tanjungbalai Karimun sedang melakukan pencarian dua nelayan yang tenggelam di perairan Karimun Anak. foto:istimewa

batampos.co.id – Satu kapal jaring nelayan tradisional milik nelayan asal Baran, Kecamatan Meral, tenggelam di sekitar perairan antara Pulau Pisang dan Takong Hiu karena dihantam angin kencang dan gelombang, Rabu (21/9) pukul 16.00 WIB . Satu orang brehasil selamat dan dua orang masih hilang.

Di dalam kapal jaring tersebut ada tiga orang. Terdiri dari Acai Belang, 50, Cia Cong, 15 dan Cia Kang, 12. Cia Cong ditemukan selamat. Sedangkan, dua orang lagi masih hilang. “Saat ini kita sedang melakukan pencarian dengan menurunkan dua kapal. Yakni, Patkamla V8 dan Combat Boat Karimun,” ujar Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Bina Irawan Marpaung kepada koran Batam Pos, Kamis (22/9).

Pencarian dua orang nelayan yang masih hilang, lanjut Danlanal, tidak hanya dari TNI AL, namun juga melibatkan Basarnas Karimun dan Satpolari Polres Karimun. Pencairan dilakukan sejak Rabu malam. Untuk sementara belum ditemukan. Pada pukul 03.00 WIB pencarian sempat dihentikan untuk sementara. Hal ini disebabkan kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk meneruskan pencarian. Pencarian dilanjutkan pada pagi hari karena cuaca sudah membaik.

Kasat Polair Polres Karimun, Iptu Sahata Sitorus menyebutkan, lokasi pencarian sangat luas, yakni mulai dari sekitar perairan Pulau Pisang sampai dengan perairan Takong Hiu. ”Cia Cong ditemukan sekitar pukul 22.00 WIB oleh kapal nelayan yang dinakhodai oleh Adi. Kemudian, dibawa ke Pelambung untuk selanjutnya dibawa ke RSUD. Sampai saat ini, kondisinya masih lemah dan belum bisa diminta keterangan terkait kronologis tenggelamnya kapal nelayan tersbeut. Dan, yang hilang ini merupakan anak dan bapak,” paparnya.

Dengan belum jelasnya lokasi tenggelamnya kapal nelayan tradisional ini, kata Sitorus, maka pencarian yang menggunakan tiga unit kapal dibagi-bagi ke beberapa wilayah. Yakni, ke sebelah timur, barat serta utara. Hal ini dilakukan mengingat tidak menutup kemungkinan dua orang nelayan tersebut hanyut terbawa arus. Karena, kondisi perairan yang terbuka. Meski demikian, pihaknya bersama dengan TNI AL dan Basarnas masih tetap melakukan pencarian.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, bahwa Acai Belang merupakan nelayan jaring ikan tenggiri berangkat dari Tanjungbalai ke Selatpanjang untuk menjual ikan. Kemudian, dari Selatpanjang kembali lagi ke Tanjungbalai Karimun langsung menuju ke Perairan Pulau Pisang untuk melakukan penbangkapan ikan lagi. Hal ini diketahui setelah Acai Belang memberitahukan keberangkatannya dari Selatpanjang menuju ke lokasi penangkapan ikan. (san/bpos)

Respon Anda?

komentar