Guru Olah Raga di Tanjungpinang Jalani Tes Unrine

449
Pesona Indonesia
Petugas BNNK Tanjungpinang melakukan pengujian urine guru olahraga se-Tanjungpinang di Kantor Dinas Pendidkan Tanjungpinang, Kamis (22/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Petugas BNNK Tanjungpinang melakukan pengujian urine guru olahraga se-Tanjungpinang di Kantor Dinas Pendidkan Tanjungpinang, Kamis (22/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Guna mendukung program Zero Narkoba dan menciptakan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersih dari penyalahgunaan narkotika di Tanjungpinang, sebanyak 125 guru olahraga dan pegawai Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang di tes urinenya oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tanjungpinang.

Kegiatan tes urine tersebut diikuti oleh PNS dan honorer mulai dari guru SD, SMP, SMA serta pegawai Dinas Pendidikan. Kegiatan tersebut pun di pusat di kantor Dinas pendidikan Kota Tanjungpinang, Kamis (22/9) pagi dan disaksikan langsung Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul.

Ditemui disela-sela pelaksanaan kegiatan tersebut, Syahrul mengatakan tes urine terhadap ASN di Pemerintahan Kota Tanjungpinang bukan kali pertama dilakukan oleh BNN Kota Tanjungpinang, melainkan kegiatan rutin. Kegiatan ini juga dalam rangka menciptakan Tanjungpinang yang bersih dari penyalahgunaan narkoba.

“Ini kerjasama Pemko dan BNN Tanjungpinang. Karena sebelumnya kita sudah mencanangkan Zero narkoba di Tanjungpinang,”ujar Syahrul.

Dikatakan Syahrul, pada tahun 2016 ini, Pemko Tanjungpinang bersama BNN Kota Tanjungpinang telah memeriksa sejumlah ASN di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Kali ini, Pemko Tanjungpinang lebih memfokuskan pemeriksaan urine terhadap guru olahraga se-Kota Tanjungpinang yang berasal dari sejumlah sekolah negeri dan swasta di Tanjungpinang.

“Di awal 2016 ini, kita sudah melakukan tes urine terhadap ASN di Satpol PP, Dinas Perhubungan dan sejumlah SKPD lainnya. Saat ini, guru olahraga lebih banyak dilapangan bersama murid perlu adanya antisipasi,”kata Syahrul.

Syahrul juga menegaskan, Pemko Tanjungpinang akan menindak secara tegas bagi ASN yang terbukti dan terlibat sebagai pengedar narkoba di Tanjungpinang. Namun, bagi yang positif mengkonsumsi narkoba, sesuai Undang-Undang ASN, maka wajib dilakukan pembinaan dan rehabilitas oleh BNN Kota Tanjungpinang.

“Jadi guru olahraga itu badannya harus sehat. Makanya, jika dalam tes urine ini ada yang positif dan pemakai, maka akan kita panggil, kasih pembinaan, dan tujuan akhirnya adalah direhab. Kecuali pengedar, sudah jelas akan ditindak tegas,”tegas Syahrul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang Abdul Gani menambahkan, Disdik Kota Tanjungpinang menginginkan guru olahraga khususnya memiliki jasmani yang bersih dan sehat. Sebab, dalam dunia olahraga, dikenal dengan penggunaan zat-zat terlarang pada saat dilapangan.

“Kami harap guru-guru olahraga sportif. Tidak menggunakan zat yang terlarang,”ujar Dadang.

Terkait pemeriksaan urine tersebut, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak BNN Kota Tanjungpinang mengenai hasil tes urine tersebut. Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Catur Hadiyanto mengaku tidak berkompeten untuk menyampaikan hasil tes urine tersebut.

“Kegiatan ini juga sudah protap, ini hanya sinergitas kami bersama Pemko Tanjungpinang. Namun, untuk hasilnya itu wewenang Kepala BNN-nya,”sebutnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Kepala BNN Kota Tanjungpinang, Abdul Hasyim Pangabean menjelaskan dari hasil tes urine tersebut negatif. Jadi dari 125 orang yang mengikuti tes urine di Dinas Pendidikan seluruhnya negatif.

“Setelah kita lakukan dengan alat tes narkoba metamfetamin adalah uji cepat zat napza metamfetamin, hasilnya negatif untuk 125 orang tersebut,” pungkasnya.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar