Kepri Berambisi Tambah Entri dan Exit Point Baru untuk Wisatawan

1225
Pesona Indonesia
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos
Yatch yang berlabuh di sebelah pelantar Semen Panjang Tarempa. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Ketua Umum Festival Bahari Kepri (FBK) Naharuddin mengatakan Pemprov Kepri memang tengah berambisi untuk menambah entri dan exit point baru di kawasan Natuna-Anambas. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, tentunya perlu dukungan strategis Pemerintah pusat.

“Tak bisa dipungkiri, kita sangat membutuhkan dukungan strategis dari Pusat. Rencana ini, tentunya masuk dalam pengembangan wisata di kawasan terdepan,” ujar Naharuddin menjawab pertanyaan Batam Pos, belum lama ini.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepri itu, kawasan Natuna-Anambas masuk dalam rencana strategis Presiden. Baik dalam hal ketahanan keamanan maupun pembangunan wisatanya. Apalagi di Natuna akan dibangun pangkalan militer, sebagai garis terdepan dalam menjaga NKRI di wilayah utara Indonesia.

“Wilayah strategis untuk penambahan entri dan exit point yang baru ini memang di kawasan Natuna-Anambas. Seperti Pulau Bawah, Anambas. Apalagi pesona alamnya lebih menjanjikan jika dibandingkan dengan Raja Ampat,” paparnya.

Lebih lanjut, Nahar juga mengatakan pembangunan marina bagi masuknya kapal-kapal yacht dari wilayah Malaysia dan sekitarnya di wilayah Natuna-Anambas merupakan sesuatu yang mutlak harus dilakukan. Pasalnya, entri dan exit point di Nongsa Poin Marina (NPM), Batam dan Bandar Bentan Telani (BBT), Bintan rentang kendalinya sangat jauh.

“Persoalan rentang kendali inilah yang menjadi pertimbangan kita. Rencana ini sudah masuk dalam roadmap pengembangan pariwisata di Provinsi Kepri,” paparnya lagi.

Ditegaskannya, untuk mewujudkan mimpi ini, Pemprov Kepri akan membuat kajian strategis sendiri sebelum disampaikan secara resmi kepada Pemerintah Pusat. Tentunya lembaga-lembaga kementerian terkait berhubungan langsung dengan rencana ini adalah Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Pariwisata, dan Kemenko Maritim.

“Didorong percepatan pembangunan bandara dan pelabuhan di kawasan Natuna-Anambas adalah laluan untuk mengembangkan pariwisata di Natuna-Anambas,” ungkap Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri tersebut.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Guntur Sakti mengatakan, Provinsi Kepri memang sangat membutuhkan pintu-pintu masuk internasional yang baru. Apalagi dengan banyaknya kemudahan yang diberikan Pemerintah Pusat bagi masuknya kapal-kapal yacht ke Indonesia.

“Tentunya ini satu peluang emas bagi Kepri dalam mengembangkan pariwisata baharinya. Maka tidak salah kalau mimpi kita adalah menjadi pintu gerbang wisata bahari Indonesia,” ujar Guntur.

Menurut Guntur, di kawasan Pulau Bawah sangat potensial untuk dibangun marina bagi masuknya kapal yacht. Selain itu juga menjadi daerah yang strategis untuk pembangunan hotel, villa maupun cotag. Apalagi ditambah keindahan pantai dan lautnya yang sangat mempesona. Diakuinya juga, untuk mewujudkan ini perlu dukungan penuh dari Pemerintah Pusat.

“Kita berharap dibalik FBK nanti, ada perhatian tersendiri bagi Kepri dari Pemerintah Pusat. Khususnya dibidang pembangunan pariwisata dikawasan daerah terdepan Natuna-Anambas,” harap Guntur.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar