Masih Ada 6.159 Penganggur di Ibukota

504
Pesona Indonesia
Para pelamar kerja pada acara Tanjungpinang Job Fair, akhir bulan lalu. Tahun 2016 ini masih ada 6.159 penganggur di Tanjungpinang. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.
Para pelamar kerja pada acara Tanjungpinang Job Fair, akhir bulan lalu. Tahun 2016 ini masih ada 6.159 penganggur di Tanjungpinang. Foto: Fatih Muftih / Batam Pos.

batampos.co.id – Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepulauan Riau masih menyimpang segudang persoalan perkotaan. Di antaranya adalah jumlah pengangguran yang dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Untuk tahun ini saja, merujuk informasi yang diterima dari Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan, jumlah penganggur di ibu kota mencapai 6.159 jiwa.

“Melalui data yang kami dapat di Badan Pusat Statistik segitu angkanya,” sebut Kepala Dinsosnaker Tanjungpinang, Surjadi, kemarin.

Persoalan pengangguran di wilayah perkotaan tidak bisa dipandang sebelah mata. Ketika tuntutan kebutuhan hidup semakin tinggi, semakin orang membutuhkan pula terhadap penghasilan rutin yang diterimanya. Karena itu sejumlah kegiatan agar mengurangi beban penganggur semisal pameran bursa kerja digelar akhir bulan lalu.

Pasar kerja yang melibatkan 50 perusahaan itu sontak memantik minat banyak orang. Surjadi menyebutkan, total kunjungan selama dua hari penyelenggaraan mencapai 2.900 orang. Dari tinjauannya, penyelenggaraan pameran bursa lowongan kerja ini juga mengundang minat masyarakat dari luar daerah.

“Kalau dibilang, jumlah itu cukup sukses untuk penyelenggaraan job fair selama dua hari. Minatnya bahkan banyak juga yang datang dari Batam,” ujar Surjadi.

Surjadi menambahkan, Dinsosnaker Tanjungpinang bersama instansi terkait tetap bekerja mengurangi angka pengangguran ini. Yang paling memungkinkan adalah membuka usaha sendiri. Berulang kali digelar penyuluhan kewirausahaan yang melibatkan anak-anak muda sebagai peserta. Menurut Surjadi, dengan menumbuhkan mental berwirausaha juga bakal membuat anak-anak muda tidak sepenuhnya bergantung pada ketersediaan lapangan kerja.

“Malah kalau perlu mereka sendiri yang menciptakan lapangan kerja,” ucapnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Menurutnya, sah-sah saja anak-anak muda yang berada di usia kerja memburu lowongan pekerjaan yang tersedia. Tapi ia tetap menyarankan kepada anak-anak muda itu agar berani menempuh jalur berbisnis.

“Boleh kok kalau memang mau berkarir. Tapi sekarang ini jauh lebih keren kalau buka usaha,” ujar Lis.

Pemko Tanjungpinang, kata dia, siap memberikan stimulasi berupa pelatihan juga penyertaan modal bagi generasi muda yang berani berwirausaha. Bentuknya bisa macam-macam. Mau itu kelas Usaha Kecil Menengah atau mendirikan perusahaan berbasis jasa.

Pada sebuah seminar kewirausahaan di UMRAH Tanjungpinang, beberapa waktu lalu, pengusaha Rida K Liamsi berpesan bahwasanya modal terbesar untuk memulai sebuah usaha bukan uang. “Melainkan spirit dan kepercayaan,” ungkap Rida.

Sebagaimana pada umumnya, Rida tidak menampik, seringkali ketika hendak merintis sebuah usaha, anak muda terbentur pada urusan modal, modal, dan modal. Tapi mereka yang memang berjiwa wirausaha tidak memusingkan hal ini. Malah, kata Rida, spirit dan kepercayaan itu sudah dirasa sebagai modal yang lebih dari cukup untuk merintis usaha sedari muda.

“Spirit adalah semangat dan kepercayaan adalah komitmen dengan orang lain,” begitu Rida menguraikannya. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar