Otak Penyelundup Pencari Suaka Ditangkap Bareskrim

704
Pesona Indonesia
Kapten Bram (membelakangi), otak penyelundup imigran ke Selandia Baru ditangkap Bareskrim Mabes Polri. Foto: Yudha/pojoksatu.
Kapten Bram (membelakangi), otak penyelundup imigran ke Selandia Baru ditangkap Bareskrim Mabes Polri. Foto: Yudha/pojoksatu.

batampos.co.id -Maraknya imigran yang masuk ke Indonesia dari berbagai negara, ternyata diorganisir oleh sindikat penyelundup pencari suaka tersebut. Para imigran itu diselundupkan ke berbagai negara pemberi suaka, setelah tiba di Indonesia.

Namun, bisnis haram sindikat ini akhirnya berhasil dibongkar Subdit III Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri. Mereka Abraham Louhenapessy alias Kapten Bram yang selama ini dikenal sebagai bos penyelundup imigran pencari suaka.

Kepala Subdit III Kombes Sulistiyono mengatakan, penangkapan Kapten Bram yang merupakan otak penyelundupan pencari suaka, berawal dari pengembangan yang dilakukan jajarannya.

“Pelaku ini ditangkap Kamis (22/9/2016) kemarin di kawasan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Dia bekerja sebagai pengkordinir para pencari suaka asal luar negeri dan dibawa ke Selandia Baru,” kata Sulistyono di Bareskrim, Jumat (23/9/2016).

Dijelaskannya, kasus ini bermula sejak bulan Mei 2015. Kapten Bram dan sepuluh pelaku lainnya bersama-sama mencari imigran untuk diberangkatkan ke Selandia Baru.

“Menggunakan dua kapal, di kapal ada 65 imigran yang 10 berasal dari Bangladesh, satu Myanmar, dan 54 dari Srilangka,” sebut Sulistiyono.

Kapal pengangkut yang dinahkodai tersangka, berangkat dari Tegal, Jawa Tengah dengan tujuan Selandia Baru.

“Tapi sesampainya di perbatasan perairan Australia, kapal ini dicegat dan didorong kembali ke perairan Indonesia,” terang Sulistiyono.

Hingga akhirnya kedua kapal itu terdampar di Pulau Rote, NTT.

Perwira melati tiga ini menambahkan, setiap imigran membayar sekitar 4.000 USD hingga 8.000 USD.

“Dalam sekali pemberangkatan para sindikat bisa meraih uang sebesar 325.000 USD atau sekitar Rp 4.000.000.000,” tambahnya.

Sulistyono mengatakan sepuluh pelaku lainnya yaitu Yapi Aponno alias Yapi, Steven Ivan Janny, Medi Ampow, Marthen Karaeng, Yohanis Humiang, Thines Khumar, Arman Johanes sudah ditangkap dan telah dihukum di Pulau Rote.

“Total ada 10 yang tertangkap, tinggal satu yakni Suresh, dia adalah warga Srilangka dan otak dari komplotan ini,” kata dia.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 120 ayat (1) undang-undang nomor 6 tahun 2011 tentang keimigrasian juncto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Besok pelaku akan dilimpahkan ke Pulau Rote, dia adalah DPO Polres sana, tapi kami bantu pengungkapannya,” tutup Sulistyono. (yud/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar