Kadisdik Batam Larang Anak Imigran Sekolah

548
Pesona Indonesia
Imigran di Batam beristirahat di tenda seadanya di taman aspirasi Batam Centre. Foto: rezza herdiyanto/batampos
Imigran di Batam beristirahat di tenda seadanya di taman aspirasi Batam Centre. Foto: rezza herdiyanto/batampos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Batam, Muslim Bidin, belum mengetahui perihal adanya empat anak imigran yang bersekolah di Batam. Ia akan segera mendalami dan mencari sekolah yang dimaksud.

“Kami akan klarifikasi ke sekolahnya dan mencari tahu atas dasar apa mereka menerima empat anak tersebut,” kata Muslim.

Menurut Muslim, anak-anak imigran tersebut tidak boleh bersekolah di Batam. Kecuali, mereka mengantongi izin dari Kementerian Hukum dan Hak Asai Manusia. Izin itu juga ditembuskan ke imigrasi.

Muslim meyakini, para imigran tersebut tidak memiliki izin dari Kemenkumham. “Paspor saja mereka tidak punya,” ujarnya.

Syarat izin itu berlaku baik untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta. Mulai dari jenjang playgroup hingga perguruan tinggi. Setiap anak warga negara asing harus memiliki identitas yang jelas ketika ingin bersekolah di Indonesia.

Muslim mengatakan akan segera berkoordinasi terkait kasus ini dengan pemerintah pusat. Supaya dapat diambil langkah-langkah tegas dalam kasus ini.

“Kita tidak bisa membicarakan masalah kemanusiaan. Kita bicara soal hukum,” ujarnya.

Sikap Mulsim ini berbeda dengan sikap mantan Sekwan Batam Marzuki. Marzuki saat masih jadi Sekwan memiliki rasa kemanusiaan yang tinggi sehingga tak melarang imigran tidur di kantor dewan.

Sejumlah warga juga berharap Kadisdik Kota Batam jangan terlalu kaku menjalankan aturan. Pertimbangan kemanusiaan juga harus dikedepankan.

Jika perlu, Disdik Kota Batam memberi bantuan pendidikan lapangan pada anak-anak imigran, sambil menunggu mereka mendapat suaka.

“Mereka juga manusia, butuh pendidikan. Berilah mereka kelonggaran, kasihan. Pak Kadisdik Batam, biarkanlah mereka sekolah, mereka juga saudara-saudara kita,” ujar Muhammad, warga Batam Centre, Jumat (23/9/2016). (ceu/nur)

Respon Anda?

komentar