Ribuan Polisi Dikerahkan Saat Menangkap Pengganda Uang dengan Cara Gaib

2741
Pesona Indonesia

batampos.co.id -Ingat pria di youtube yang duduk bak raja dengan uang bertumpuk-tumpuk di sampingnya? Anak buahnya tanpa mengenakan baju sibuk menyusun uang yang terus mengganda tanpa henti. Videonya masih ada.

Dia adalah Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Namun, sang pengganda uang dengan cara gaib itu Kamis pagi (23/9/2016) digerebek polisi di padepokannya di Gading Probolinggo. Tak tanggung-tanggung, ribuan personil polisi bersenjata lengkap dikerahkan saat ditangkap.

Ribuan personil kepolisian berasal dari beberapa kesatuan, antara lain kesatuan Brimob, Dalmas Polda Jatim maupun dari Polres. Dimas Kanjeng ditangkap lantaran terlibat kasus pembunuhan.

Nah, ternyata bukan perkara mudah untuk menagkap Dimas Kanjeng yang pernah menghebohkan publik dengan penggandaan uang dengan cara gaib. Pasalnya, Dimas Kanjeng memiliki ratusan pengikut yang sangat setia melindungi.

Selain menerjunkan ribuan polisi bersenjata lengkap, personil kepolisian juga membawa kendaraan Barakuda, water canon, dan kendaraan taktis.

Polisi selanjutnya bergerak ke halaman padepokan yang sudah dijaga ratusan santri setiannya yang sudah berhari-hari tinggal di sekitar padepokan.

Polisi terpaksa menggrebek Padepokan Dimas Kanjeng karena ditengarai terlibat kasus pembunuhan terhadap korban yang diketahuui bernama Abdul Gani, warga Semampir, Kecamatan Kraksaan dan Ismail Warga Situbondo.
Sempat terjadi perlawanan, namun akhirnya polisi bertindak tegas dengan melepas tembakan peringatan dan tembakan gas air mata. Akhirnya, santri yang awalnya melawan berhasil diredam polisi. Selanjutnya, polisi mengusir paksa santri keluar dari area padepokan.

Ribuan Polisi dan kendaraan berat dikerahkan saat menggerebek rumah Dimas Kanjeng Taat Pribadi di RT 22, RW 08, Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/9/2016). Foto: jawaposradarbromo
Ribuan Polisi dan kendaraan berat dikerahkan saat menggerebek rumah Dimas Kanjeng Taat Pribadi di RT 22, RW 08, Dusun Sumber Cengkelek, Desa Wangkal, Gading, Kabupaten Probolinggo, Kamis (23/9/2016). Foto: jawaposradarbromo

Dalam penggeberakan tersebut, pimpinan tertinggi padepokan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditangkap saat bersembunyi di salah satu ruang di sisi selatan area padepokan. Saat ditangkap, Dimas Kanjeng Taat Pribadi mengenakan kaos ungu dan memakai celana warna hitam dan tak mengenakan sandal.

Penangkapan ini berawal saat terjadinya dua pembunuhan yang menimpa dua mantan santrinya, yakni Abdul Gani, yang ditemukan tewas di daerah Wonogiri, dan Ismail yang ditemukan tewas di daerah Kecamatan Tegal Siwalan, Probolinggo.

Hasil pengusutan akhirnya ditangkap 7 orang diduga pelakunya. Dugaan sementara pimpinan tertinggi terlibat sebagai otak pembunuhannya.

Menurut Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jawa Timur, Dimas Kanjeng Taat Pribadi sudah dipanggil dua kali sebagai saksi namun mangkir, hingga akhirnya polisi bertindak tegas.

“Tak mau ambil risiko, polisi bertindak tegas dengan terus memukul mundur santri, bahkan santri yang kedapatan melawan langsung diamankan,” kata Kombes Pol Argo Yuwono, Kabid Humas Polda Jatim seperti dilansir pojokpitu (Jawa Pos Group). (pul/JPgrup)

Respon Anda?

komentar