World Batik Designer and Model Competition di Bintan, Catwalk di Atas Laut

797
Pesona Indonesia
Model asal Rusia sedang memperagakan aksinya dengan menggunakan pakaian batik buatan Indonesia di atas Catwalk, Pelantar ISC PT SUN Resort, Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/9) malam. Foto: Harry/Batampos
Model asal Rusia sedang memperagakan aksinya dengan menggunakan pakaian batik buatan Indonesia di atas Catwalk, Pelantar ISC PT SUN Resort, Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/9) malam. Foto: Harry/Batampos

batampos.co.id – Sebanyak 19 model dan 6 desainer dari 12 negara mengikuti World Batik Designer and Model Competition, yang digelar di kawasan pariwisata Indonesian Street City (ISC) PT SUN Resort, Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/9) malam.

Model itu berasal dari Indonesia, Perancis, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, China, Singapura, Malaysia, India, Korea Selatan, Jepang dan Hongkong. Sedangkan untuk desainernya berasal dari Indonesia, Malaysia, Cina, Korea, Singapura, dan Thailand.

Iven peragaan batik dan disain pakaian batik bertaraf dunia yang ditaja ISC PT SUN Resort merupakan pertama kalinya digelar di Indonesia maupun dunia. Sebab penempatan catwalk dalam perlombaan ini tidak berada di dalam gedung atau hotel mewah melainkan berada di atas laut. Bahkan hadiah yang diperebutkan dalam perlombaan ini mencapai Rp 180 juta diantaranya juara pertama Rp 100 juta, kedua Rp 60 juta, dan ketiga Rp 20 juta.

“Iven ini beda dari lainnya dan inilah yang pertama kalinya ada di dunia. Sebab iven ini diadakan di atas laut dan menjadi satu dengan alam,” ujar President Director PT Sun Resort Sunny Sukardi, saat konferensi pers dengan media lokal.

“Batik-batik yang dipakai model ini diakui sebagai warisan Unesco,” bebernya.

Kompetisi desainer dan model batik tingkat dunia ini akan terus dilaksanakan ISC PT SUN Resort. Ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisatawan dan melestarikan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia. Untuk merealisasikannya, ia merencanakan kompetisi batik tahun depan akan menyediakan hadiah sebesar Rp 500 juta, untuk juara pertama. Sedangkan untuk juara kedua diberikan hadiah Rp 250 juta dan ketiga sebesar Rp 150 juta.

“Untuk penyelenggaraan kompetisi desainer dan model batik kelas dunia ini saja sudah menghabiskan anggaran Rp 3 miliar. Dana itu semua dari perusahaannya tanpa melibatkan pihak lain,” akunya.

“Rencananya satu tim yang menang akan kita ikutkan dalam pegelaran yang sama di Paris Fashion Show,” jelasnya.

Setiap tahun, kata dia, ISC PT SUN Resort akan menggelar iven-iven besar lainnya yaitu Asia Business Center Conference yang ditargetkan akan diikuti 1.000 orang. Selanjutnya, Unicef Conference dan International Business Conference.

Dengan semua rencana ini, sambungnya, Kawasan Pariwisata ISC PT Sun Resort, di Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur ini akan dikenal di seluruh dunia.

“Target kita tahun depan jumlah peserta mencapai ribuan orang dari 50 negara,” harap pengusaha China kelahiran Batu Licin ini.

Plt Sekda Bintan Raja Akib, mengatakan, pemerintah daerah mendukung upaya Sunny Sukardi, President Director PT SUN Resort, menggelar kompetisi desainer dan model batik ini. Sebab iven yang ditaja putra asli Bintan itu menyumbang angka kunjungan wisatawan ke Indonesia khususnya Bintan.

“Pemerintah akan menjembatani kerjasama antara ISC PT SUN Resort dengan Kementerian Pariwisata. Itu dilakukan agar iven-iven seperti ini dapat dipromosikan ke negara-negara lain,” katanya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar