Angkasa Pura II Ingin Kelola Hang Nadim tapi Ditolak

3788
Pesona Indonesia
Bandara Hang Nadim Batam. foto:yusuf hidayat/batampos
Bandara Hang Nadim Batam. foto:yusuf hidayat/batampos

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan akan menyerahkan pengelolaan Bandara Internasional Hang Nadim Batam ke PT Angkasa Pura II. Selain Hang Nadim, ada enam bandara lain yang akan segera dikelola Angkasa Pura I dan II.

Bandara-bandara tersebut adalah

  • Bandara Temindung di Samarinda,
  • Juwata di Tarakan,
  • Kalimarau di Berau,
  • Radin Inten di Lampung,
  • Sentani di Jayapura,
  • Komodo di Labuan Bajo.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan penyerahan pengelolaan bandara dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah penumpang yang dilayani. Menurutnya, bandara-bandara yang diserahkan pengelolaannya kepada Angkasa Pura adalah yang melayani penumpang di atas 1 juta orang per tahun.

“Itu akan segera kami lakukan,” ujar Budi di sela-sela kunjungannya ke Papua dan Papua Barat, Kamis (22/9) malam.

Selain pertimbangan layanan, penyerahan bandara-bandara itu juga mempertimbangkan aspek biaya operasional. Sepanjang masih dikelola oleh Kementerian Perhubungan, kebutuhan dana operasional dipenuhi dari APBN.

“Dengan menyerahkan ke Angkasa Pura, akan ada penghematan APBN karena semua kebutuhan biaya operasional dipenuhi oleh BUMN tersebut,” lanjut dia.

Sebagaimana Bandara Sentani di Jayapura, Papua, jumlah penumpang udara yang menggunakan bandara ini sudah cukup banyak dan bandara sudah mampu beroperasi secara komersial. Akan tetapi, bandara ini masih dikelola Kementerian Perhubungan.

Demikian juga Bandara Hang Nadim Batam, volume jumlah penumpang yang menggunakan bandara ini juga sudah cukup padat. Namun, bandara tersebut sampai sekarang masih dikelola oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam.

Sementara itu, Manajer Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) Hang Nadim, Suwarso, mengakui pihaknya sudah menerima proposal dari Angkasa Pura II. Namun Suwarso menegaskan, proposal tersebut ditolak.

“Yang perlu diingat BP Batam belum ada keinginan untuk melepas (pengelolaan bandara) itu,” kata Suwarso, Jumat (22/9).

Lagipula, kata Suwarso, dalam proposal tersebut Angkasa Pura II hanya mengajukan pengelolalaan terminal saja. Sehingga pihaknya mengembalikan proposal itu untuk dibuat secara menyeluruh.

Sebab menurut Swarso, kalaupun BP Batam akan melepas Hang Nadim, maka pengelolaanya tidak hanya di bagian terminal saja. Tetapi juga di bagian lahan, dan semua hal yang terkait dengan Hang Nadim.

Suwarso menegaskan, pihaknya merasa masih bisa mengelola bandara tersebut dengan baik. Apalagi menyusul dibentuknya BUBU Hang Nadim, belum lama ini.

Ia mengatakan, tugas BUBU ini sesuai dengan Peraturan Kepala BP Batam No 9. 2016 yakni melakukan kegiatan pelayanan, jasa kebandarudaraan, jasa yang terkait bandar udara, kegiatan keamanan keselamatan dan ketertiban penerbangan, pelaksanaan kegiatan usaha penerbanagm, usaha non penerbangan dan usaha sarana lainnya di Bandara Hang Nadim sesuai ketentuan UU.

“Jadi kalau ada informasi yang mengatakan Hang Nadim sudah dilepas dan dikelola pihak lain. Saya tegaskan, itu tidak ada. Tetapi saya ulangi, Angkasa Pura hanya baru sekedar mengajukan proposal,” katanya.

Suwarso menambahkan, saat ini pihaknya menggesa pengerjaan pelebaran apron bandara. Pengerjaan dilakukan siang dan malam untuk mengejar target proyek ini rampung sebelum akhir tahun ini.

“Tak hanya siang saja, malam kami juga ada pengerjaan,” kata Suwarso.

Apron seluas 240 x 150 meter tersebut, saat ini kata Suwarso, pengerjaannya sudah mencapai sekitar 10 persen. “Optimis, tepat waktu pengerjaannya,” ungkapnya.

Dengan adanya apron baru ini, Bandara Internasional Hang Nadim dapat menampung 12 pesawat berbadan besar atau 18 pesawat berbadan sedang sekaligus.

Untuk diketahui, jumlah penumpang Hang Nadim terus meningkat dari tahun ke tahun. Sepanjang 2015 lalu tercatat ada 5.030.785 penumpang melalui bandara ini.

Angka tersebut naik sekitar 5,13 persen dibandingkan 2014. Di mana sepanjang tahun itu hanya ada 4.772.873 penumpang.

Dari segi pendapatan juga terus bertambah setiap tahunnya. Pada 2013 lalu, BP Batam membukukan pendapatan sebesar Rp 100 miliar.

Pada tahun berikutnya, angka tersebut naik 10 persen menjadi Rp 110 miliar. Kemudian sepanjang 2015 lalu, BP Batam membukukan pendapatan sebesar Rp 149 miliar dari pengelolaan Hang Nadim. (ian/ska/ant)

Respon Anda?

komentar