Jambret Bersenjata Beraksi di Depan Polsek Batuaji

1677
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Suasana riuh terjadi di jalan raya depan Polsek Batuaji di Tanjunguncang, Jumat (23/9) siang sekira pukul 12.00 WIB . Seorang wanita pengendara sepeda motor matik mendadak teriak histeris di sepanjang jalan tersebut. Wanita yang belakangan diketahui nama Sriatun baru saja menjadi korban jambret oleh dua orang pria pengendara sepeda motor metik lainnya.

Sriatun yang membonceng putrinya berusia sekitar empat tahun terus berusaha mengejar pelaku jambret itu sambil berteriak. Teriakan Sriatun menyita perhatian warga dan pengendara lain di sepanjang jalan itu. Warga yang berusaha ikut mengejar kedua pelaku hanya berhasil menyelamatkan dompet Sriatun yang dijambret kedua pelaku.

Kedua pelaku terpaksa membuang dompet Sriatun sebab keduanya sudah sempat terpojok saat mencoba kabur ke arah Marina. Warga berniat akan terus mengejar kedua pelaku namun karena kedua pelaku menenteng senjata tajam warga pun akhirnya mundur. “Bawa pisau mereka. Yang kejar diancam mereka, makanya setelah dompet dibuang warga tak lagi kejar,” kata Damian, warga di jalan raya Marina City.

Warga sempat menyesalkan dengan keberadaan pihak kepolisian di Batuaji yang tidak melakukan upaya pengejaran atas kejadian jambret yang terjadi di depan Polsek tersebut. “Coba kalau polisi yang kejar pasti dapat itu,” kata Damian.

Sementara itu Sriatun sendiri yang sempat mendatangi Mapolsek Batuaji menuturkan penjambretan itu terjadi di simpang dekat Polsek Batuaji. Saat itu dia hendak mengisi bensin eceran ke sepeda motornya.

“Dompet saya pegang, tangan yang satu lagi buka jok, tiba-tiba mereka datang langsung rampas dompet saya dan pergi,” kata Sriatun.

Tidak mau kehilangan dompet yang berisikan sejumlah uang dan kartu identitasnya, Sriatun nekat mengejar meskipun dia sedang membonceng putrinya.

“Sampai jatuh helem saya pak. Untung habis bensin motor saya kalau nggak ku kejar terus mereka. Tak peduli bawa pisau atau apa. Enak saja main rampas-rampas,” tutur Sriatun.

Tidak ada kerugian atas kejadian itu namun putri Sriatun terlihat trauma dengan kejadian itu. (eja)

Respon Anda?

komentar