Pembahasan RPJMD Kepri Baru Separuh Jalan

549
Pesona Indonesia
Suryani
Suryani

batampos.co.id – Rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Kepulauan Riau 2016-2021 masih panjang. Anggota Panitia Khusus rancangan peraturan daerah ini, Suryani menerangkan, serangkaian pembahasan yang dilakukan di tingkat pansus baru separuh jalan. Dari sembilan bab yang tertera, Pansus baru membahas hingga bab lima yang berisikan tentang visi-misi kepala daerah.

“Pembahasan sudah masuk bab lima dan baru mau masuk bab enam. Di bab lima ini kami tidak perlu banyak membahas, sebab ini kan bagian dari janji politik kepala daerah. Tapi kami hanya menekankan agar ada penjabaran yang lebih konkret,” kata Suryani, Jumat (23/9).

Capaian pembahasan memang terbilang rendah. Mengingat waktu pembahasan yang sudah ditempuh lumayan panjang. Hal ini, kata Suryani, lantaran masih adanya kelemahan dalam penyusunan identifikasi yang tertuang dalam RPJMD lima tahunan tersebut. Pansus berpendapat bahwa identifikasi permasalahan yang dilampirkan bersifat parsial.

“Jadi masih melihat permasalahan SKPD, bukan masalah di Kepri. Ini juga yang menjadi kritikan kami di pembahasan. Dan ini harus direvisi. Yang identifikasi masalah ini. Mereka kan ada tim konsultan,” ungkap politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini.

Suryani mencontohkan, permasalahan informasi dan komunikasi di Provinsi Kepri. Idealnya, kata dia, disampaikan perihal kesulitan menyampaikan informasi dan komunikasi hingga pulau-pulau terdepan, sehingga perlu adanya pembangunan jaringan telepon atau ketersediaan layanan internet gratis.

“Tapi SKPD-nya malah memaparkan permasalahan yang ada di internalnya. Mestinya, dalam lima tahun apa yang akan dilakukan SKPD, seperti apa pencapaiannya. Per tahun itu bagaimana perkembangan dan tanggung jawab programnya,” papar Suryani.

Kalau hingga kini baru menapak setengah jalan pembahasan, lantas bagaimana dengan target penyelesaian, mengingat pengesahan Perda RPJMD Kepri ini sudah melewat dari tenggat yang ditetapkan. Suryani menjelaskan, bahwasanya Pansus RPJMD dalam rapat Badan Musyawarah DPRD Kepri telah menyepakati untuk lebih fokus ke pembahasan. Dengan harapan RPJMD yang dihasilkan benar-benar tepat dan berdaya guna selama lima tahun ke depan.

“Dari pada terburu-buru, sementara hasilnya jauh dari harapan,” kata politisi perempuan yang tergabung di Komisi I DPRD Kepri ini.

Selambat-lambatanya, Pansus RPJMD bakal mengupayakan sebisa mereka untuk merampungkan ranperda ini pertengahan Oktober mendatang, untuk kemudian dapat segera disahkan menjadi peraturan daerah. “Kemungkinan hampir berbarengan dengan perda SOTK,” pungkasnya. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar