Tekong Pompong Maut Tanjungpinang Akhirnya Jadi Tersangka

537
Pesona Indonesia
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, didampingi Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan dan Kassubag Humas AKP S Zalukhu saat Ekspose Penetapan Tersangka Atas Insiden Pompong Tenggelam yang menewaskan 15 orang penumpang. Foto: Osias De/Batampos
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro, didampingi Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan dan Kassubag Humas AKP S Zalukhu saat Ekspose Penetapan Tersangka Atas Insiden Pompong Tenggelam yang menewaskan 15 orang penumpang. Foto: Osias De/Batampos

batampos.co.id – Said Ismarullah (36), tekong pompong yang tenggelam saat melayari Tanjungpinang – Penyengat pada, Minggu (21/8) lalu ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kepolisian. Dalam musibah itu, 15 orang penumpang meninggal dunia.

Kapolres Tanjungpinang, AKBP Joko Bintoro mengatakan penetapan tersangka kepada yang bersangkutan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan serta keterangan dari sejumlah saksi.

“Hasil penyelidikan dan penyidikan kami dengan memintai keterangan delapan orang saksi didapati fakta yang akhirnya kami tetapkan dia (tekong) sebagai tersangka,” ujar Joko, didampingi Kasat Reskrim AKP Andri Kurniawan, saat ekspose kasus di kantornya, Jumat (23/9).

Adapun faktanya, kata Joko, karena yang bersangkutan lalai atau kealfaan. Sebab saat membawa penumpang pompong yang dikemudikannya dalam keadaan bocor.

“Ini juga berdasarkan pengakuannya bahwa pompong yang dibawa dia itu bocor. Memang bocornya tidak besar, tapi setiap habis mengantar penumpang dia selalu membuang air yang masuk ke pompongnya,” kata Joko.

Selain itu fakta lainnya, lanjut Joko, Polda Kepri dan juga Pemerintah Daerah (Pemda) sebelumnya pernah memberikan bantuan life jacket untuk para penambang pompong. Namun, life jacket tersebut tidak pernah diberikan kepada penumpang untuk digunakan.

“Itulah fakta yang didapat dari hasil penyelidikan dan penyidikan yang kami lakukan sebelum menetapkan status tersangka,” ucap Joko.

Akibat perbuatannya yang lalai tersebut, jelas Joko, tersangka dijerat dengan pasal 359 KUHP tentang kelalaian hingga menyebabkan orang meninggal dunia. “Saat ini tersangka sudah kami lakukan penahanan guna proses hukum lebih lanjit,” jelas Joko.

Sementara itu, Said Ismarullah, yang di konfirmasi sejumlah wartawan saat ia digiring petugas untuk dibawa ke ruang tahanan enggan berkomentar. Dengan wajah tertunduk ia terus melangkah menuju sel yang ada di Polres Tanjungpinang.(ias/bpos)

Respon Anda?

komentar