Batam Butuh 33 Puskesmas Baru

865
Pesona Indonesia
Puskesmas Keliling milik Dinas Kesehatan Kota Batam siap memberikan layanan kepadamasyarakat yang membutuhkan layaknya Puskesmas umumnya. Foto:  yulitavita/batampos
Batam masih kekurangan 33 Puskesmas, untuk sementara mengatasi kekurangan itu, kini Dinkes Batam dilengkapi Puskesmas Keliling yang siap memberikan layanan kepadamasyarakat yang membutuhkan layaknya Puskesmas umumnya. Foto: yulitavita/batampos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan Kota Batam menyatakan saat ini Batam masih butuh puluhan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Pasalnya pertambahan penduduk yang tidak sedikit membuat puskesmas yang ada sekarang kewalahan melayani pasien berobat.

“Sekarang kita yang ready baru 17 puskesmas, masih sangat kurang,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Chandra Rizal, Sabtu (23/9/2016).

Idealnya dengan jumlah penduduk yang mencapai 1,2 juta jiwa, seharusnya Batam memiliki 40 lebih Puskesmas.

“Harusnya satu puskesmas itu diperuntukkan bagi 30 ribu penduduk, nah kenyataannya lebih. Misalnya di Batuaji dan Sagulung yang merupakan penduduk terpadat,” sebutnya.

Jumlah Puskesmas yang ada sekarang menurutnya belum maksimal untuk melayani pasien di tingkat pertama. Puskesmas sebagai ujung tombak memiliki fungsi yang sangat dibutuhkan pasien.

“Pelayanan berjenjang, jadi sudah pasti pasien berobat ke Puskesmas dulu, baru dirujuk ke rumah sakit, makanya keberadaan Puskesmas sangat penting,” jelasnya.

Beruntungnya, pemerintah terbantu dengan adanya mobil ambulan keliling yang bisa membantu Puskesmas tetap. Dikatakan dia, saat ini pemerintah baru saja membeli empat mobil ambulan yang akan diberikan kepada empat Puskesmas seperti, Rempangcate, Sekupang, Bulang dan Sagulung.

Untuk tahun ini pemerintah tengah membangun dua puskesmas baru yang berada di Rempangcate dan Kampungjabi, Nongsa. Dia berharap Desember nanti bisa selesai dan difungsikan.

Dia menambahkan pemerintah akan terus melakukan pembangunan puskesmas asalkan lahan yang dibutuhkan tersedia.

“Soal anggaran kita selalu siap, tinggal masalah ketersediaan lahan saja lagi,” pungkasnya.

Ketua komisi IV DPRD Kota Batam Riki Indrakari mengakui Batam kekurangan puskesmas. “Kita memang kekurangan puskesmas. Tetapi yang perlu diperhatikan adalah sebarannya, bukan pada jumlahnya,” katanya.

Menurut Riki, penambahan Puskesmas harus diutamakan di daerah pesisir adn hinterland. Sedangkan di mainland hanya perlu dilakukan peningkatan kualitas pelayanan saja.

“Misalnya di Sekupang ada dua puskesmas berdekatan. Padahal di mainland ini sangat banyak klinik kesehatan yang bisa digunakan warga,” katanya.

Ia mendorong agar pelayanan puskesmas khususnya di pesisir dan hinterland bisa setara dengan pelayanan di rumah sakit tipe B. Di mana selain rawat inap, dokter yang tugas di sana tidak hanya dokter umum saja.

“Kita mendorong agar ada di sana dokter bedah dan dokter spesialis lain. Tetapi ini belum bisa dalam waktu dekat,” katanya.

Anggota fraksi PKS itu berharap agar dinas kesehatan memberikan layanan maksimal di puskesmas. “Jangan sampai ada yang berobat tengah malam tetapi tidak dilayani. Harus siaga 24 jam,” katanya. (cr17)

Respon Anda?

komentar