Ini Senjata Mayor Agus Menangkan Pilkada DKI 2017

2122
Pesona Indonesia
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkad 2017. Foto: istimewa/hargatop.com
Mayor Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni, calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta pada Pilkad 2017. Foto: istimewa/hargatop.com

batampos.co.id – Banyak yang meragukan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni bisa menang di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang. Bahkan sejumlah pendukung pasangan lain yakin bisa mengalahkan sang Mayor.

Memang terlalu dini untuk menilai, karena segala sesuatu bisa terjadi. Dengan kata lain, semua pasangan pada dasarnya punya potensi untuk menang. Tinggal seberapa hebat timnya menjual masing-masing pasangan agar masyarakat DKI memilih pasangan tersebut.

Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, punye penilaian berbeda dengan yang lain. Ia menilai Mayor Agus-Silviana berpotensi menang.

“Pertama, kalau kita telaah dan cermati secara mendalam, Agus bukan calon ayam sayur,” sebut pengamat yang akrab disapa Ipang itu.

Baik Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama maupun Anies Baswedan, menurutnya, bukan menghadapi sosok Agus, namun justru langsung dengan SBY, presiden dua periode. SBY akan langsung turun gunung dan mendampingi Agus.

“Kita tahu SBY ahli strategi sekaligus guru politik Agus di lapangan,” terangnya.

Kedua, lanjut Ipang, seperti diketahui, Agus lulusan akademi militer terbaik, intilegensinya menonjol, menyelesaikan studi di Harvard, idola baru pemilih kritis dan role model pemimpin kekinian. Ia yakin Agus juga akan mendapat simpatik dari kalangan TNI dan pensiunan.

Sementara sosok Sylviana jam terbangnya di birokrasi tak perlu diragukan. Sylviana ialah birokrat Betawi yang paling mengakar (grassroot) saat ini, bahkan melebihi mantan Walikota Jakarta Pusat, Saefullah.

“Bukan tidak mungkin Foke (Fauzi Bowo) connection kembali mengeliat, electoral voternya hampir dipastikan bisa mengambil basis birokrasi dan pemilih pemula,” tengarainya.

Sylviana bisa dikatakan representasi PNS, PNS yang tidak puas di rezim Jokowi-Ahok atau Ahok-Djarot, representasi kelompok perempuan dan berpotensi menangguk (vote getter) seperti basis pemilih pemula.

“Agus juga disukai emak-emak. Karena itu Agus-Sylviana adalah kandidat yang good loking,” cetusnya.

Alasan ketiga, menurut dia, pasangan Agus-Sylviana diusung PAN dan PKB, kemungkinan juga mendapat limpahan elektoral dari ormas terbesar di Indonesia seperti Muhammadiyah dan NU.

Pasangan tersebut memiliki magnet electoral yang saling melengkapi sehingga mampu mengeser swing voter menjadi real voter.

Keempat, masih kata Pangi, basis pemilih Agus-Sylviana masuk via basis segmen pemilih pemula, mewakili suara ibu-ibu dan anak anak muda.

“Pemilih pemula lebih senang sosok anak muda yang energik, biasanya preferensi pilihannya dipengaruhi oleh teman-temanya dan orang tuanya,” terangnya.

Pangi mengingatkan, basis pemilih pemula tak bisa dianggap remeh, sebab ada sekitar 30 persen di wilayah DKI Jakarta.

Kelima, dalam dunia digital demokrasi (proxy war), Agus juga bakal didukung media mainstream. SBY tentu akan mengeluarkan segala resources-nya, termasuk media, sehingga financial fair play terbangun.

“Agus punya kanal dan didukung banyak media. SBY Komisaris Utama Trans Corp menaungi beberapa media seperti, Detik, Trans7, Trans TV dan CNN Indonesia. Pasti akan selalu mengusai ruang panggung opini dan memompakan citra diri positif Agus-Sylviana ke publik,” urainya.

Tak hanya itu, kedekatan CEO Jawa Pos, Dahlan Iskan dengan SBY diyakininya juga bakal tracing Agus.

Keenam, Pangi menyebut, pendekatan perilaku pemilih (voting behavioral). Jika mengacu data BPS, pemilih imigran Jawa Timur dan Jawa Tengah termasuk cukup besar.

“Bagaimana pun orang orang Jawa kental sekali akan darah kulturnya, mereka masih percaya akan konsep ramalan ratu adil atau kesatrio piningit,” imbuhnya.

Ketujuh, dalam kontestasi elektoral butuh amunisi modal logistik Pilkada dan finansial yang kuat. Demokrat dan SBY diyakininya akan jor-joran meluncurkan amunisi untuk Agus. Logikanya, karir militer Agus sudah dipertaruhkan.

“Saya yakin seluruh kader demokrat bekerja keras dan all out habis bersatu memenangkan Agus-Sylviana,” ujarnya optimis.

Efek figur SBY yang masih disukai rakyat otomati bisa mendongkrak dongkrak elektibilitas Agus. Tak bisa ditepikan, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan SBY masih tinggi.

“Dari faktor utama di atas, saya yakin pasangan Agus-Sylviana tidak begitu sulit membuat Ahok terjungkal, itu artinya ancaman serius bagi Gubernur Ahok,” tambahnya.

Menurut Pangi, Anak sulung SBY itu generasi kedua dari penguasa dan paling punya potensial dibandingkan anak-anak Megawati, Surya Paloh, JK, Wiranto dan juga Prabowo.

“Ini pertarungan besar, dibutuhkan modal politik, kelihaian, mahir, sense of politics. Ini pada akhirnya juga ada irisannya ke skema dan peta politik Pemilu 2019, satu rangkaian yang nggak boleh terputus,” demikian Pangi. (wid/sta/pojoksatu)

Respon Anda?

komentar