Wajib Pajak Antre Ikut Tax Amnesty

1548
Pesona Indonesia

tax-amnestybatampos.co.id – Wajib pajak berbondong-bondong ikut pengampunan pajak. Di sejumlah kantor pajak terlihat antrean panjang masyarakat yang akan ikut tax amnesty. Misalnya, di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, kemarin (24/9).

Periode pertama tax amnesty perakhir pada 30 September 2016.

Sejak pagi terlihat ratusan wajib pajak (WP) duduk antre menunggu giliran.

“Kami mengapresiasi wajib pajak yang begitu banyak datang ke kantor-kantor pajak,” kata Direktur Penyuluhan Pela­yanan dan Hubungan Masyarakat DJP Hestu Yoga Saksama

Untuk mengantisipasi lonjakan wajib pajak, DJP membuka layanan pada Sabtu-Minggu pukul 08.00-14.00. Layanan pada akhir pekan diharapkan bisa mengakomodasi wajib pajak yang tidak sempat mendaftarkan diri pada hari kerja.

Sayang, masih banyak WP yang kecewa lantaran tetap tak terlayani. Franky, 33, berangkat dari rumahnya di kawasan Angke, Jakarta Utara, pukul 5 pagi. Sampai kantor DJP kurang dari pukul 6, dia langsung ikut mengantre. Antrean awal dilakukan di gedung baru di bagian belakang kompleks DJP. Setelah sejam menanti, atas arahan petugas sekuriti, antrean dipindahkan ke gedung bagian depan.

Sekitar pukul 3 sore dia mendapat kabar bahwa layanan ditutup. “Kenapa tidak diteruskan saja sampai selesai,” sesalnya. Pria berkacamata itu sudah membawa berbagai dokumen yang diperlukan. Dia mengaku memiliki aset properti dan kendaraan yang ingin dilaporkan untuk diikutsertakan dalam program amnesti pajak. “Seharusnya registrasi hari ini, selesai hari ini. Apa besok (hari ini, Red) saya harus datang jam 3 pagi,” ujarnya kecewa.

David, 35, asal Grogol, Jakarta Barat, juga kecewa tak mendapatkan layanan setelah antre panjang. “Mestinya tambah loket dua sampai tiga kali,” ucapnya. Situasi sama tidak hanya terjadi di Kantor Pusat DJP. Dia pernah mendatangi kantor pajak di Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dan mendapat informasi di kantor pajak Kelapa Gading, Jakarta Utara, bahwa situasinya sama. “Jangan korbankan WP buang waktu dari pagi,” ujarnya.

Dari Surabaya, ratusan pengusaha juga berbondong-bondong mendatangi Kanwil Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur I untuk mendaftar tax amnesty. Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP Jatim I Sofian Hutajulu mengatakan, kemarin jumlah pendaftar tax amnesty mencapai 270 orang. Menurut dia, jumlah tersebut diprediksi terus meningkat menjelang penutupan periode pertama pada 30 September.

Pada hari kerja, ungkap Sofian, jumlah antrean pembayaran wajib pajak mencapai 300 orang. Nah, untuk mengantisipasi antrean semakin banyak, Kanwil DJP Jatim I juga membuka layanan akhir pekan. “Sabtu dan Minggu kami tetap buka,” katanya.

Sofian mengatakan, pendaftaran tax amnesty periode pertama lebih diminati. Sebab, DJP memberikan banyak kemudahan dalam administrasi. Bentuk kemudahan yang dimaksud adalah penyampaian surat pernyataan harta (SPH) hanya dilampiri surat setoran pajak (SSP), uang tebusan, daftar harga dan nilai harta, serta daftar utang dan nilai utang.

Sementara itu, pelunasan uang tebusan pada tax amnesty periode pertama hanya 2 persen untuk deklarasi dalam negeri dan repatriasi serta 4 persen untuk deklarasi luar negeri. “Sedangkan periode kedua yang berakhir pada 30 Desember, besar pelunasannya 3 persen,” sambungnya. Jumlah tersebut terus mening­kat hingga berakhirnya amnesti pajak pada 30 Maret 2017.

Secara terpisah, Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo menilai, animo masyarakat memang tinggi. Namun, mereka belum teredukasi dengan baik sehingga masih perlu waktu tambahan. “Saya beberapa hari ini ke Samarinda, Palembang, Batam, banyak yang belum tahu. Padahal, mereka ingin ikut. Kalau mereka kena 3 persen (tarif tebusan periode kedua, Red), malah takutnya nggak jadi ikut,” tambahnya.

Wajar jika proses mengikuti program amnesti pajak cukup rumit. Beda halnya dengan pengisian surat pemberitahuan (SPT) tahunan pajak. (gen/rst/c10/oki) 

Respon Anda?

komentar