786 Mahasiswa UMRAH Diwisuda, Lulusan Terbaik Raih IPK 3,96

500
Pesona Indonesia
Rektor UMRAH Syafsir Akhlus mewisuda mahasiswa UMRAH di Aula Kantor Gubkepri Dompak, Sabtu (24/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos
Rektor UMRAH Syafsir Akhlus mewisuda mahasiswa UMRAH di Aula Kantor Gubkepri Dompak, Sabtu (24/9). Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Sebagai satu-satunya perguruan tinggi negeri di Provinsi Kepulauan Riau yang fokus pada bidang maritim, Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang terus meningkatkan kualitasnya dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) Kepri yang punya kesadaran serta kemampuan untuk memaksimalkan potensi maritim Provinsi Kepri.

Rektor UMRAH Tanjungpinang, Prof Syafsir Akhlus menjelaskan, dari tahun ke tahun perguruan tinggi negeri yang dipimpinnya ini menaruh perhatian besar terhadap pembangunan maritim Kepri.

“Salah satunya adalah dengan mencetak generasi-generasi muda yang unggul di bidang kemaritiman,” kata Syafsir, usai prosesi wisuda di Aula Kantor Gubernur Kepri, Sabtu (24/9).

Komitmen UMRAH Tanjungpinang dalam mengembangkan potensi kemaritiman Kepri perlahan memang sudah digiatkan. Sudah berulang kali digelar seminar internasional kemaritiman, belum lagi juga beragam penelitian dan pengembangan teknologi kemaritiman yang terus dikembangkan. Ini membuktikan bahwasanya kata maritim yang tersemat dalam nama UMRAH Tanjungpinang bukan sekadar embel-embel.

“Tapi itu tanggung jawab kami untuk ikut berperan dalam pembangunan maritim Kepri dan Indonesia secara luas tentunya,” ujar Syafsir.

Sementara dalam program kerja tahun-tahun ke depan, Syafsir mengungkapkan, UMRAH Tanjungpinang bakal melengkapi seluruh fasilitas penunjang bagi pembelajaran mahasiswanya. Khususnya fasilitas penelitian dan pengembangan maritim. Satu yang terdepan, kata Syafsir, UMRAH Tanjungpinang bakal mengadakan penelitian mengenai aplikasi sumber energi terbaharukan yang dapat dihasilkan dari potensi kelautan yang dipunya Kepri.

“Kita punya potensi, tinggal memikirkan bagaimana memanfaatkannya,” beber Syafsir.

Pada wisuda angkatan keenam kemarin, tercatat ada 786 mahasiswa yang telah merampungkan studi sarjananya. Dengan rincian, 22 mahasiswa Teknik Informatika, 16 orang Teknik Elektro, 48 orang Ilmu Kelautan. Kemudian, 46 orang jurusan Manajemen Sumber Daya Perikanan (MSP), 196 orang dari jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 149 orang jurusan Akutansi, 120 orang jurusan ilmu pemerintahan, 108 jurusan Ilmu Administrasi Negara (IAN), dan 81 orang dari jurusan ilmu sosial.

Ada pun lulusan terbaik tahun ini jadi milik mahasiswa jurusan Ilmu Akuntasi dari Fakultas Ekonomi. Adalah Randy Kuswanto dengan catatan IPK mencapai 3,96 yang dinobatkan sebagai lulusan terbaik. Lebih menggembirakan lagi, Randy merupakan mahasiswa yang merampungkan studi tingginya melalui program beasiswa bidikmisi dari Kemenristekdikti.

Hal ini membuat Syafsir bangga. “Terbukti bahwasanya siapapun itu berhak berprestasi. Mau yang kuliah pakai beasiswa atau uang sendiri,” ungkapnya.

Sebelum prosesi pemindahan tali toga dilakukan, terlebih dahulu disampaikan orasi ilmiah oelh mantan Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 Profesor Rokhmin Damhuri dengan judul peningkatan peran pendidikan tinggi dan iptek dalam pembangunan kelautan nasional menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia. (muf/bpos)

Respon Anda?

komentar