Ada Peran Strategis Jurnalis Dibalik Lahirnya Provinsi Kepri

443
Pesona Indonesia
Refleksi Hari Jadi Provinsi Kepri ke XIV lewat Ngobrol Pagi (Ngopi) Bareng AJI, di Coffee Abah, Bintan Centre, Tanjungpinang, Sabtu (24/9) lalu. fotojailani/batampos
Refleksi Hari Jadi Provinsi Kepri ke XIV lewat Ngobrol Pagi (Ngopi) Bareng AJI, di Coffee Abah, Bintan Centre, Tanjungpinang, Sabtu (24/9) lalu. fotojailani/batampos

batampos.co.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam-Tanjungpinang menggelar Refleksi Hari Jadi Provinsi Kepri ke XIV lewat Ngobrol Pagi (Ngopi) Bareng AJI, di Coffee Abah, Bintan Centre, Tanjungpinang, Sabtu (24/9) lalu. Jurnalis memegang peran strategis dibalik lahirnya Provinsi Kepri.

Pada kegiatan yang bertajuk “Peran jurnalis dalam pembentukan Provinsi Kepri” tersebut, AJI Batam-Tanjungpinang mengundang khusus tokoh sentral pejuang pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood, Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, Ketua Komisi II DPRD Kepri, Ing. Iskandarsyah, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Kepri, Abdul Razak, dan Akademisi Stisipol Tanjungpinang, Zamzami A Karim.

“Jurnalis pada waktu itu memegang peran strategis dan menjadi corong masyarakat Kepri dalam menyuarakan aspirasi untuk pembentukan Provinsi Kepri,” ujar Huzrin Hood.

Huzrin yang merupakan Ketua Badan Penyelaran Pembangunan Provinsi Kepri (BP3KR) tersebut juga mengatakan, independensi jurnalis harus terus pertahankan. Dengan begitu, tetap bisa berkarya dalam memberikan masukan dan saran lewat berita. Khususnya untuk pembangunan Provinsi Kepri menjadi lebih baik lagi.

Menurut Huzrin, Kepri harusnya sudah setara dengan Johor, Malaysia. Masih kata Huzrin, saat ini Kepri masih belum mempunyai Rencana Strategis (Renstra) pendidikan. Kebijakan lain yang harus didorong adalah Peraturan Daerah (Perda) Corporate Social Responsibility (CSR), karena ada potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk percepatan pembangunan daerah.

Lebih lanjut katanya, Perda lain yang harus dilahirkan adalah terkait kemiskinan, potensi laut dan pesisir. Apalagi Kepri merupakan daerah Kepulauan. Pada pendapatnya, Kepri sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga seperti Singapura, dan Malaysia memang masih tertinggal jauh.

“Model dialog seperti ini harus dicairkan, sehingga bisa mendapatkan informasi kebih clear dan jujur. Jurnalis jangan berhenti mengawali kinerja pemerintah,” harap Huzrin.

Ditambahkan Huzrin, jurnalis menjadi alat kontrol jalannya pemerintahan bagi masyarakat. Karena pada prinsipnya pemerintah harus on the right track, sehingga tidak melenceng. Selain itu media juga harus memberikan edukasi kepada masyarakat. Tak bisa dipungkiri pers merupakan bagian dari pilar demokrasi.

“Kepala daerah harus bersinergi dengan jurnalis. Karena kritikan dan sorotan tajam atas kinerja kepala daerah, tujuan untuk mengawal pembangunan sesuai dengan rencana yang sudah disusun,” tutup Huzrin

Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan hasil karya jurnalis adalah berita. Artinya berita yang benar tentunya akan bermanfaat, apalagi dalam mengawasi pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah (Pemda). Menurut Nurdin, tidak ada alasan bagi Kepri untuk tidak bangkit. Karena Kepri harus sukses dan jaya.

“Semua harus elemen bergerak, ini bukan lagi persoalan siapa dan tanggungjawab siapa. Karena Kepri adalah milik bersama. Pembangunan perlu kerja keras, apalagi dalam visi menjadikan Pemprov Kepri sebagai Bunda Tanah Melayu Sejahtera, Berakhlak Mulia dan Unggul Dibidang Maritim,” ujar Gubernur pada kegiatan yang disiarkan langsung oleh Radio Republik Indonesia (RRI) Tanjungpinang tersebut.

Mantan Bupati Karimun tersebut mengatakan, mimpi Kepri kedepan adalah memiliki sekolah pelayaran. Sehingga generasi Kepri tidak perlu lagi untuk menimba ilmu pelayaran ke luar daerah. Menurut Nurdin, Kepri merupakan daerah strategis. Karena merupakan laluan pelayaran internasional.

“Kita memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang menjajikan. Hanya saja kemampuan kita yang masih terbatas, ini perlu kita tingkatkan. Sehingga membawa kesejahteraan bagi Kepri,” ungkap Nurdin.

Akademisi Kepri, Zamzami mengatakan meskipun Kepri sudah beranjak remaja, tetapi masih banyak yang harus dilakukan bagi pembangunan daerah. Menurutnya, masih banyak yang tercecer dan harus diperbaiki. Untuk mengejar ketertinggalan dengan derah lain yang sedang berlari, Kepri harus melompat.

“Pejuang-pejuang Kepri terdahulu harus dirangkul dan diberdayakan. Sehingga bisa menjadi satu kekuatan dalam mewujudkan cita-cita pembangunan daerah 2025 mendatang,” ujar Zamzami menambahkan.(jpg/bpos)

Respon Anda?

komentar