Belum Terlayani PLN, Sejumlah Desa di Anambas Andalkan Mesin Generator

716
Pesona Indonesia
Genset yang digunakan warga desa untuk pembangkit listrik. foto:syahid/batampos
Genset yang digunakan warga desa untuk pembangkit listrik. foto:syahid/batampos

batampos.co.id – Sejumlah desa di Jemaja belum tersentuh jaringan listrik PLN. Diantaranya Desa Batu Berapit yang ada di Kecamatan Jemaja. Padahal jaraknya hanya sekitar 1 kilometer dari intuk PLN. Di desa tersebut diketahui ada sekita 100 KK.

Desa lainnya seperti, Desa Air Biru, Rewak, Dapan dan Desa Kusik, kondisinya juga sama. Mereka masih menggunakan penerangan pribadi yang rata-rata menggunakan mesin generator yang hanya menyala hingga tengah malam saja. Selebihnya menggunakan lampu lilin dan penerangan secara tradisional.

“Jaringan memang sudan ada namun belum semua desa terpenuhi. Bahkan Desa Batu Berapit yang masih satu tanah dengan Pulau Jemaja pun belum tersentuh jaringan listrik,” ujar Amat Yani, anggota DPRD Anambas Minggu (25/9).

Menurutnya, usulan demi usulan diakui politisi Partai Bulan Bintang ini terus dilakukan. Terlebih saat Musrenbang, tetapi sayangnya hal tersebut tidak kunjung terealisasi.

“Setiap Musrenbang ini terus yang diminta masyarakat. Paling tidak, ini juga yang menjadi prioritas Pemerintah Daerah selain Masjid Agung. Jangan sampai terkesan membangun listrik di Jemaja setengah hati,” bebernya.

Yang lebih mencolok yakni masih adanya desa yang dekat dengan ibukota yang saat ini masih belum tersentuh listrik seperti yang dialami masyarakat yang tinggal di daerah Rekam, Desa Tarempa Barat Daya, Kecamatan Siantan. Di desa tersebut saat ini mayoritas masih menggunakan masin generator. Namun kantor desa juga demikian.

Akibatnya, karena produksi listrik tidak maksimal, peralatan elektronik yang ada di kantor Desa Tarempa Barat Daya itu cepat rusak karena arus listriknya kurang stabil. “Sudah sering printer kantor desa ini rusak,” ungkap salah satu pegawai desa yang
enggan disebutkan namanya di media ini.

Menanggapi hal ini Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, tidak mengelak, menurutnya persoalan listrik menjadi salahsatu hal prioritas dalam masa kepemimpinannya. “Persoalan ini juga menjadi prioritas bagi kami. Sebelumnya, kami juga melakukan koordinasi dengan provinsi maupun pemerintah pusat mengenai hal ini. Saya berharap, ada regulasi yang tepat untuk menyelesaikan hal ini,” terangnya. (sya/bpos)

Respon Anda?

komentar