Dukung Ahok dan Tolak Mayor Agus, Ruhut Diminta Keluar Dari Demokrat

1146
Pesona Indonesia
Ruhut Sitompul. Foto: jpnn
Ruhut Sitompul. Foto: jpnn

batampos.co.id – Sikap Ruhut Sitompul yang tak sejalan dengan keputusan Partai Demokrat karena menolak mendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang, dan malah berkoar mendukung Ahok-Djarot, benar-benar membuat kader Partai Demokrat gerah.

Ruhut memang langsung bereaksi dan melontarkan kata-kata yang tak lazim begitu Demokrat mengususng Agus-Silvi. Itu dilakukan Ruhut karena Agus bukan kader PD.

Namun sikap Ruhut itu dinilai tak fair karena di satu sisi ia dengan terang-terangan menyatakan mendukung Ahok yang notabene juga bukan kader Demokrat. Bahkan bukan diusung Demokrat tapi patai lain yang juga bukan partainya tempat Ruhut bernaung.

“Sikap Ruhut yang menentang keputusan partai ini justru menonjolkan sikap aslinya,” kata Wakil Sekjen PD Didik Mukrianto, Minggu (25/9/2016).

Baca Juga:
> Keukeuh Dukung Ahok, Ruhut Siap Dipecat Demokrat
> Ruhut Tetap Dukung Ahok, Meski Demokrat Usung Putra Cikeas

Menurut Didik, bagaimanapun juga, politikus punya fatsun dan tanggung jawab memberikan pendidikan bahwa kader harus berjalan sesuai garis partai.

Dia menambahkan, tidak ada alasan apa pun yang membenarkan kader tidak mematuhi keputusan partai.

Parpol, ujar Didik, ibarat rumah besar demokrasi yang punya platform, garis perjuangan dan lain sebagainya.

“Jelas sikap Ruhut tidak seperti ini,” ujarnya.

Karenanya jika Ruhut memiliki pandangan dan sikap yang berbeda dengan keputusan partai, maka PD tidak melarangnya mencari jalan hidup sendiri. Bahkan, Ruhut tidak perlu menunggu keputusan partai atas sikapnya itu.

“Maka tidak ada jalan lain selain mengambil sikap ksatria untuk mencari jalannya sendiri,” ujarnya.

Didik kasihan dengan sikap Ruhut karena akan memberikan efek politik negatif kepada dirinya sendiri. Ruhut harus bisa menjaga sikap dengan baik karena sudah mendapatkan penghasilan dan berbagai fasilitas sebagai kader parpol.

“Saya juga diajari untuk tidak mengotori periuk nasi saya sendiri,” sindirnya.

Lebih lanjut dia juga mengingatkan Ruhut bahwa Basuki Tjahaja Purnama yang didukungnya juga bukan kader partai.

”Memangnya Ahok yang didukung Ruhut itu kader partai? partai apa?” katanya.

Dia mengatakan, pilihan Demokrat mengusung Agus karena memang sosok seperti ini yang dibutuhkan masyarakat Jakarta.

Demokrat yakin bahwa Agus – Sylviana Murni, merupakan pasangan yang paling fenomenal di publik Jakarta.

Sebab, saat ini publik menjadi punya harapan kepada pemimpin yang bukan hanya bisa membangun Jakarta tapi juga memiliki kesantunan dan etika.

“Sosok Agus akan dinilai masyarakat sebagai orang yang memiliki latar belakang, pendidikan dan kemampuan dan dukungan dalam memimpin  Jakarta,” pungkasnya. (boy/jpnn)

Respon Anda?

komentar