Geng Motor Ngamuk, Hanya Gara-gara Korban Balas Ejek

932
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Lima orang remaja yang merupakan anggota kelompok geng motor kriminal dibekuk oleh Polsek Sagulung. Mereka dibekuk karena menganiaya Yohanes Sianturi, 25 warga Seilekop, Sagulung belum lama ini.

Kelima pelaku penganiayaan itu masih mendekam di sel tahanan mapolsek Sagulung untuk mempertanggung jawabkan perbuatan mereka itu.

Kanit Reskrim Polsek Sagulung Ipda Elwin membenarkan penangkapan lima pelaku pengeroyokan itu. Mereka ditangkap beberapa saat setelah korban membuat laporan resmi ke Mapolsek Sagulung. “Seminggu yang lalu kejadiannya dan lima tersangka sudah kami amankan,” ujar Elwin.

Kelima tersangka itu diakui Elwin juga merupakan anggota geng motor yang kerap meresahkan masyarakat Batam selama ini.

“Masih banyak komplotan mereka dan masih kami kejar,” ujarnya.

Sementara Yohanes sendiri sempat dirawat di rumah sakit akibat diserang secara babibuta oleh kelompok geng motor itu.

Aksi pengeroyokan sendiri menurut cerita Sandi kakak Yohanes terjadi saat Yohanes sedang menerima telepon di depan kedai kopi dekat tempat tinggalnya. “Malam minggu waktu itu sekitar pukul 02.00 WIB (dini hari),” ujar Sandi.

Saat Yohanes berada di luar kedai kopi, tiba-tiba di jalan depan kedai kopi itu lewat kelompok remaja bersepeda motor. “Ada sekitar 30 motor mereka ada yang bonceng tiga juga,” kata Sandi.

Melihat Yohanes sendirian di pinggir jalan itu, kelompok remaja bersepeda motor itu lantas mengeluarkan kata-kata kotor ke Yohanes dan Yohanes pun membalas ucapan serupa. “Karena adek ini balas maki, mereka semua turun dan langsung mengeroyok adek saya ini,” ujarnya.

Akibat pengeroyokan itu Yohanes sempat kritis karena penuh luka memar disekujur tubuhnya. “Habis wajah adek saya. Banyak yang luka dan bengkak badannya,” kata Sandi.

Usai mengeroyok korban, para pelaku langsung kabur ke arah jalan raya.

Aksi bringas kelompok remaja bersepada motor itu bukan yang pertama kali. Menurut Sandi di sekitar lokasi tempat tinggal mereka itu hampir setiap malam ada saja warga yang jadi korban keganasan kelompok remaja bersepeda motor itu.

“Ada yang malak, nyenggol orang dan pokoknya ada-ada saja ulah mereka. Kalau ditegur melawan mereka,” ujarnya.

Untuk itu dengan kejadian tersebut, Sandi sangat berharap agar pihak kepolisian setempat lebih memperhatikan lagi masalah tersebut.

“Kalau bisa patroli sampai ke pemukiman juga pak. Kalau hanya dijalan raya patrolinya, mereka (kelompok geng motor) main ke perumahan seperti ini,” ujarnya.(eja/koran bp)

Respon Anda?

komentar