Guru Dirampok, Gaji Rp 16 Juta Melayang

669
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Warga RT 01 RW 01 Dusun IV Parit Tegak, Desa Sungai Ungar, dikagetkan dengan aksi perampokan yang terjadi, Jumat (23/9) sekitar pukul 10.00 WIB. Juki, guru SDN 002 Kecamatan Ungar, dirampok dan pingsan di semak dekat perkebunan karet dengan kondisi luka bagian leher.

Uang gaji guru sebesar Rp16 juta yang baru saja diambil dari bendahara UPTD Pendidikan Kundur, berhasil dibawa kabur pelaku. Kejadian nahas tersebut diketahui setelah korban tertatih-tatih minta tolong kepada warga yang melintas di jalan dekat lokasi kejadian sekitar pukul 14.00 WIB.

Kapolsek Kundur Kompol Elly Nazarudin saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Dari keterangan korban, diketahui baru selesai mengambil uang gaji guru dari kantor UPTD. Selanjutnya, korban kembali ke Alai, Kecamatan Ungar, namun setibanya di pelabuhan, korban mendapat pesan singkat (SMS) dari seseorang. Isi pesan menayakan rencana korban hendak membeli sepeda motor.

Oleh pelaku diajak bertemu sekaligus melihat sepeda motor yang akan dibelinya di salah satu tempat yang disepakati. Setibanya di Parit Tegak, korban dibawa ke dalam kebun karet lantas dipukul, dan uangnya dibawa kabur. Sementara korban ditinggalkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.

“Kejadian ini murni pencurian dengan kekerasan (curas). Karena ada luka lebam di bagian leher korban, seperti bekas pukulan. Saat kejadian korban masih mengenakan baju kurung Melayu warna kuning dan membawa tas ransel warna merah. Korban sempat tidak sadarkan diri, bahkan korban sebelumnya sempat minta tolong orang yang lewat. Korban dipukul setelah tersungkur uang Rp 16 juta dibawa kabur pelaku,” terang Kapolsek.

Lebih lanjut dikatakannya, kasusnya sudah dalam penyelidikan Polsek Kundur. “Saat ini kita kerahkan seluruh anggota dibantu masyarakat memburu keberadaan pelaku. Dalam hal ini diimbau masyarakat agar waspada dan hati-hati terutama ketika membawa uang dalam jumlah besar dan perhiasan. Kita harapkan kerjasama dan peran aktif masyarakat agar kasusnya segera terungkap dan pelakunya juga tertangkap,” imbuhnya.

Kepala Desa Sungai Ungar Familudin mengaku prihatin atas kejadian curas tersebut. Apalagi kejadianya di Desa Sungai Ungar. “Kami sangat prihatin atas kejadian tersebut. Kita harapkan kejadian ini tidak terulang lagi. Dalam hal ini kami mengajak masyarakat untuk lebih meningkatkan keamanan di lingkungan masing-masing,” harapnya. (ims/bpos)

Respon Anda?

komentar