Model Malaysia dan Desainer China Menangkan World Batik Designer and Model Competition

778
Pesona Indonesia
Model asal Malaysia dan Korea menjuarai World Batik Designer and Model Competition 2016 yang ditaja Indonesian Street City (ISC) PT Sun Resort, di Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/9). foto:harry/batampos
Model asal Malaysia dan Korea menjuarai World Batik Designer and Model Competition 2016 yang ditaja Indonesian Street City (ISC) PT Sun Resort, di Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/9). foto:harry/batampos

batampos.co.id – Model asal Malaysia, Kate berhasil meraih juara pertama dalam even World Batik Designer and Model Competition yang digelar Indonesian Street City (ISC) PT Sun Resort, di Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintan Timur, Kamis (22/9). Gadis asal negeri jiran itu berhak membawa pulang hadiah utama dari ISC PT SUN Resort uang tunai sebesar Rp 100 juta.

Untuk juara kedua juga dimenangkan oleh model asal Malaysia, Wafa, dan membawa pulang uang tunai sebesar Rp 60 juta. Sedangkan juara ketiga diraih model asal Korea Selatan, Hyoen. Gadis bermata sipit itu berhak membawa pulang hadiah terakhir sebesar Rp 20 juta.

Kemudian untuk kelas desainer, Qing Ying Jing asal China berhasil meraih juara pertama dengan membawa pulang hadiah utama uang tunai Rp100 juta. Selanjutnya desainer muda asal Indonesia, Donny menduduki juara kedua dengan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp 60 juta. Sedangkan juara ketiga ditangan, Keith Kee yang merupakan desainer muda asal Malaysia. Gadis belia berusia 25 tahun itu menerima hadiah uang tunai sebesar Rp 20 juta.

“Kami ucapkan selamat kepada kontestan pemenang,” kata President Director TH Group Limited ISC PT SUN Resort, Sunny Sukardi.

Kompetisi World Batik Designer and Model Competition ini diikuti 19 model dan 6 desainer dari 12 negara. Untuk model, kata dia, berasal dari negara Perancis, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Rusia, China, Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Hongkong, dan Indonesia ini. Kemudian untuk desainer berasal dari Indonesia, Malaysia, Cina, Korea, Singapura, dan Thailand.

Model-model yang bertanding, lanjutnya, masing-masing harus menampilkan gaya maksimalnya di atas catwalk yang berada di atas laut. Mereka memeragakan gayanya itu dengan menggunakan empat jenis busana berbahan batik Indonesia yaitu busana kasual, gaun coktail, dan gaun malam.

“Bagi tim yang menang akan diikutkan pada Fashion Show di Prancis. Mereka nantinya akan memeragakan batik-batik asli Indonesia yang telah diakui sebagai warisan Unesco,” kata pria Kelahiran Batu Licin 27 November 1962 lalu itu.

Lomba desainer dan model batik tingkat dunia yang ditaja ISC PT SUN Resort ini merupakan pertama kalinya di Indonesia dan dunia. Sebab penempatan lokasi catwalknya di pelataran pantai dan berada di atas laut. Sehingga kondisi dan situasinya menjadi satu dengan alam.

Bahkan, sambung pengusaha kaya asal Macau, Cina ini, ia juga akan menggelar iven-iven lainnya yaitu Asia Business Center Conference yang diikuti 1000 orang, Unicef Conference dan International Business Conference. Pastinya, dengan itu semua, Batu Licin, Wacopek, Kecamatan Bintim, Kabupaten Bintan ini akan dikenal di seluruh Indonesia dan dunia.

“Kami akan terus melaksanakan kompetisi desainer dan model batik tingkat dunia. Bahkan ada tiga iven lainnya. Dengan itu semua kami harapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia dan melestarikan batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar