Peleburan SKPD Perlu Kajian Matang, Pansus Agendakan Studi Banding

412
Pesona Indonesia
 Teddy Jun Askara. foto:rpg
Teddy Jun Askara. foto:rpg

batampos.co.id – Draf Rancangan Peraturan Daerah tentang perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau masih terus dibahas. Ketua Panitia Khusus Ranperda Perubahan SOTK, Teddy Jun Askara membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ada beberapa teknis yang mesti dibahas serius dan penuh kehati-hatian.

“Utamanya tentang dinas-dinas yang mengalami peleburan. Ini perlu kajian matang agar tidak terjadi kesalahan dalam pembagian tata kerja dan pembiayaannya,” kata Teddy, Minggu (25/9).

Dalam pandangan Pansus, sambung Teddy, perlu benar-benar dikaji lebih matang soal peleburan beberapa dinas. Semisal penentuan jumla bagian dan sub bagian kerjanya. Hal ini agar efisiensi yang diinginkan benar-benar bisa tercapai.

Semisal peleburan Dinas Sosial dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Anak. Teddy menjelaskan, peleburan dua SKPD ini perlu kajian matang tentang mekanisme garis kinerjanya. Pasalnya kementerian yang menaungi dua SKPD ini juga terpisah.

“Kami satukan dulu rumpunnya. Harus ekstra hati-hati, agar tak ada kesalahan di kemudian hari,” kata politisi muda dari Fraksi Partai Golkar ini.

Karena itu, Teddy sanksi tenggat 20 hari yang diberikan kepada timnya bisa menyelesaikan pembahasan perubahan SOTK sesuai PP Nomor 18 ini. Sepaling tidak, ia menaksir bakal membutuhkan waktu sebulan lamanya. Karena secara bertahap, Pansus bakal memanggil perwakilan SKPD yang mengalami peleburan.

“Karena kami juga harus meminta pandangan dari SKPD terkait. Ada pula SKPD yang tidak menerima masukan daipada biro atau organisasi itu sendiri,” ungkapnya.

Untuk kian mematangkan perubahan SOTK Pemprov Kepri ini, kata Teddy, Pansus DPRD Kepri juga telah mengagendakan sejumlah kunjungan kerja keluar daerah guna studi banding. Daerah tujuan sudah barang tentu adalah yang daerah yang telah merampungkan Perda SOTK-nya.

“Seperti Jawa Timur, Jambi dan Jawa Tengah. Kami ingin belajar dari mereka agar jangan sampai salah perubahan yang terjadi di Kepri,” pungkas Teddy. (aya/bpos)

Respon Anda?

komentar