Pembuatan Kartu Kuning di Disnaker Gratis

1075
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Permohonan pembuatan kartu kuning (AK-1) di Dinas Tenaga Kerja, tidak dipungut biaya alias gratis. Sebab, pembiayaannya sudah dianggarkan melalui APBD Kabupaten Karimun, maupun APBN. Sehingga, diinformasikan kepada para pelamar kerja yang akan membuat kartu kuning diimbau untuk tidak lagi membayar kepada petugas loket.

“Saya tegaskan, tidak ada pungutan sepeserpun untuk pembuatan AK-1. Sudah ada di papan pengumuman, itu tandatangan saya. Ini sebagai bentuk pelayanan publik bagi masyarakat yang ingin melamar pekerjaan di perusahaan,” tegas Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Dinas Tenaga Kerja Karimun, Azmizar Firtati, Jumat (23/9) lalu.

Meski telah ditegaskan pembuatan kartu kuning gratis, namun masih ada oknum Disnaker yang menolak kebijakan tersebut. Terbukti, kertas pengumuman yang ditempel di dinding kantor tersebut, disobek dengan alasan pungutan sukarela yang dikenakan kepada pemohon untuk tambahan mereka. Aksi tidak terpuji tenaga honorer tersebut, diketahui sejumlah awak media.

Azmizar Firtati mengaku sudah menegur oknum honorer tersebut. Bahkan perbuatan tidak terpuji itu pun dilaporkan ke pimpinan, termasuk bupati.

“Memang, perbuatan staf saya dengan merobek kertas pengumuman sangat memalukan. Sudah saya laporkan ke pimpinan, tinggal apa tindakan BKD nanti. Saya ingin dipindahkan oknum-oknum tersebut, supaya tidak merusak kinerja di Disnaker,” tegas wanita berjilbab ini.

Aksi tidak terpuji oknum honorer Disnaker tersebut, juga didengar anggota DPRD Karimun, M Yusuf Sirat. Kader Partai Golkar ini pun sangat menyesalkan perbuatan oknum honorer yang sudah berani melawan atasannya.

Padahal, lanjut Yusuf Sirat, pengumuman yang ditempel adalah untuk memberitahukan kalau pengurusan kartu kuning adalah gratis. Dengan merobek pengumuman itu, berarti honorer tersebut tidak mengindahkan perintah.

“Atas kejadian ini, menunjukkan kalau fungsi pengawasan dari Pemda Karimun sangat lemah. Padahal sudah dilaporkan ke Bupati. Apalagi oknum pegawai yang mempunyai jabatan juga ikut melakukan hal yang sama,” tegasnya.

Oknum honorer pelaku perobekan kertas pengumuman berinisial W dihadapan Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnaker, Azmizar Firtati, berkelit, sempat marah-marah, dan tidak menerima apa yang disampaikan atasannya. Setelah melihat banyaknya media yang meliput, oknum tadi sedikit berubah.

“Saya akui bang khilaf merobek kertas pengumuman itu. Tidak ada niat apa-apa kok, cuma seikhlasnya saja kalau mau memberi dari pembuatan AK-1 kepada anak-anak magang. Itupun, buat uang jajan mereka (anak magang-red),” kilahnya.(tri/bpos)

Respon Anda?

komentar