Wisatawan Wanita asal Korsel Diduga Terinfeksi Virus Zika Ditemukan di Bintan

417
Pesona Indonesia
Virus Zika
Virus Zika

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bintan mendapati wisatawan wanita asal Korea Selatan (Korsel) yang diduga kuat terinfeksi virus zika, sedang menikmati rekreasi di salah satu lokasi pariwisata Bintan. Wanita lajang taj disebutkan namanya itupun langsung dibawa tim medis ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban untuk ditangani lebih lanjut agar tak merebak atau menjangkiti orang lain.

Informasi di lapangan, ketika Mrs X itu tiba dari Singapura ke salah satu pelabuhan Internasional Bintan, Jumat (23/9) siang, alat thermal scanner mendeteksi suhu tubuhnya tinggi atau sudah masuk ke dalam masa inkubasi seperti gelaja virus zika. Mendapati kejadian itu, pihak kepelabuhanan langsung memberikan tanda bagi yang terinfeksi virus aneh itu atau health alert card dan menghubungi tim medis setempat. Selanjutnya, wanita Korsel itupun dibawa ke RSUD Tanjunguban untuk mendapatkan penanganan medis secara khusus.

“Turis Korsel itu suspect virus zika. Jadi harus ditangani secara khusus di Ruang Isolasi RSUD Uban,” ujar Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinkes Bintan, dr Gama AF Esnaini ketika dikonfirmasi, kemarin.

“Gejala-gejala yang ditunjukkan hampir sama jadi kita belum dapat pastikan apakah pasien (Mrs X-red) itu positif virus zika atau DBD. Namun untuk memastikannya sampel darahnya kita ambil dan akan dicek kembali ke laboraturium,” tambahnya.

Dari Jumat (23/9) hingga Minggu (25/9), kata dr Gama, Mrs X masih mendapatkan pengobatan dan perawatan dari tim medis di Ruang Isolasi RSUD Tanjunguban. Bahkan tim medis terus melakukan pengawasan selama 24 jam untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan wanita itu.

Penanganan intensif itu, lanjutnya, akan terus diberikan tim medis sampai hasil pengecekkan sampel darahnya diberikan oleh pihak laboraturium. Jika nantinya hasil pengecekkan itu positif, maka pasien yang terjangkit akan dipulangkan ke negara asalnya.

“Kita pantau terus perkembangan kesehatannya. Itu akan terus dilakukannya sampai hasil pengecekan darah dari laboraturium keluar,” kata dr Gama yang juga menjabat sebagai Dirut RSUD Kabupaten Bintan itu.

Sementara itu, Kepala Humas RSUD Tanjunguban, Rianty membenarkan bahwa ada pasien warga negara Korsel yang dirawat di RSUD Tanjunguban. Namun pihak medis belum bisa memastikan penyakit yang diderita wanita itu apakah virus zika atau DBD.

“Gejala panas tingginya miliki kemiripan dengan DBD, cikungunya dan virus zika. Tapi sampai saat ini kita belum dapat memastikannya,” akunya.

“Semua instansi terkait sudah turun ke lapangan juga untuk meneliti kejadian ini. Jadi dari Dinkes Bintan, Kepri dan RSUD Uban masih menunggu hasil labornya. Barulah bisa menindaklanjutinya lagi,” ungkapnya. (ary/bpos)

Respon Anda?

komentar